Beauty Trend
Jangan Protes, Ini Alasan Wanita Suka Berdandan

11 Aug 2018


Foto : 123RF

Sejak dulu wanita Indonesia sejak remaja sudah dikenalkan perawatan tubuh herbal, seperti lulur, pilis, bedak dingin, tapel, boreh, atau jamu-jamuan. Di Inggris, penelitian The British Association of Beauty Therapists and Cosmetologists mengemukakan bahwa dua pertiga atau 68% dari 2.768 ibu-ibu di Inggris mendorong anak perempuan melakukan perawatan kecantikan secara rutin di salon ketika mulai memasuki usia remaja.
 
Tiga perempat dari partisipan survei yang dilakukan tahun 2015 itu menyatakan bahwa berbagai perawatan kecantikan, seperti spray tan, manicure, facial dan waxing, dapat membantu meningkatkan percaya diri anak-anak mereka.
 
Menurut psikolog Dra. Ratih Ibrahim, MM, pada dasarnya tiap manusia butuh untuk dianggap bagus. Bagi wanita, hal ini bisa dicapai salah satunya lewat berdandan. “Ini merupakan kebutuhan yang mendasar, kebutuhan akan eksistensi,” kata Ratih, CEO Personal Growth.
 
Hal ini tercermin juga dalam hasil riset yang dilakukan Beauty Boulevard yang mengungkapkan bahwa 70% dari 1.000 wanita responden di Inggris tidak pernah meninggalkan rumah tanpa lipstik.
 
Menurut Ratih, orang yang berpenampilan menarik pastinya lebih memikat, lebih populer, menjadi favorit. “Hal itu memberikan rasa senang dan membangun self esteem. Orang yang tampil biasa-biasa saja, mungkin ia menjadi tidak ‘terlihat’, dan sebaliknya, berpenampilan jelek juga bisa saja popular, tetapi bukan dalam arti menjadi favorit,” tambahnya.
 
Menurut Ratih, wanita yang berdandan tidak hanya membuat mereka lebih percaya diri. Terlebih dalam lingkup profesional, orang memang diharuskan untuk terlihat menarik. “Terutama bagi mereka yang bidang pekerjaannya banyak berhubungan dengan banyak orang dan di bidang jasa,” katanya.
 
Berdandan erat kaitannya dengan pembentukan self-image. Hal ini Ratih dialami. Sebagai psikolog, Ratih merasa selain kompetensi ilmu yang dikuasai, penampilan turut mendongkrak kariernya. “Dulu, psikolog jarang yang tampil modis. Tapi, saya berusaha tampil beda, dengan berbusana yang fashionable dan rambut dicat. Orang pun melihat saya sebagai psikolog funky dan mereka menyukainya,” kisah Ratih yang pernah dipercaya menjadi brand council untuk ssalah satu produk kecantikan ini.
 
Itu sebabnya, Ratih sangat memperhatikan penampilan dirinya ketika bertemu dengan klien ataupun saat tampil di sebuah acara sebagai bagian dari pembentukan self-image-nya. “Ketika kita menunjukkan penampilan yang menarik, itu artinya kita menghargai orang lain. Sebab, membuat orang lain melihat diri kita ‘enak dilihat’ akan membuat mereka merasa nyaman,” kata Ratih.
 
Ratih pun sangat menyarankan orang untuk berdandan. “Kita ini makhluk sosial, tidak hidup sendiri. Bagaimana kita menampilkan diri kita dalam versi terbaiknya adalah cara kita menghargai tubuh kita dan menikmati kehidupan,” ucapnya. (f)

Baca Juga:

4 Ciri Produk Kecantikan Pilihan Konsumen Usia 20-30
Tren Terbaru, Face Gym untuk Wajah Awet Muda


Reynette Fausto


Topic

#tipcantik, #psikologi