Foto: unsplashBeberapa hari belakangan beredar kabar untuk menghindari penggunaan Ibuprofen untuk mengatasi demam, salah satu gejala COVID-19.
Isu ini dicetuskan oleh Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran yang mengunggah di media sosial untuk mewaspadai ibuprofen, salah satu obat antiinflamasi non steroid, yang biasanya terkandung dalam obat bebas yang sering digunakan untuk menurunkan demam. Ia mengacu pada sebuah penelitian yang dilansir di jurnal kesehatan The Lancet.
Dalam laporan yang menggunakan penelitian di Tiongkok itu disebutkan, ibuprofen dan obat diabetes thiazolidinediones dapat memperburuk efek pasien yang terinfeksi virus corona penyebab COVID-19.
Dikutip dari AFP, perwakilan dari WHO, Christian Lindmeier mengatakan mereka akan mencari tahu lebih lanjut terkait laporan penelitian tersebut. Sementara itu, WHO merekomendasikan penggunaan paracetamol. Sangat penting untuk tidak menggunakan ibuprofen saat berusaha menurunkan demam sendiri. Kecuali jika itu diresepkan oleh dokter yang memang bertanggungjawab merawatnya.
Produsen ibuprofen yang telah digunakan dalam pengobatan selama 30 tahun juga mendengar kekhawatiran tersebut, dan akan menelitinya demi memberi pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.
Menanggapi kabar ini banyak ahli meragukannya karena minimnya penelitian terkait ibuprofen dan COVID-19. Apalagi virus corona yang menjadi penyebab COVID-19 adalah virus yang baru dikenal. European Medicines Agency (EMA) menyadari kabar yang beredar cepat di media sosial ini. Namun menurut mereka, saat ini belum ada bukti spesifik yang mengaitkan ibuprofen dan perburukan COVID-19. EMA akan memantau lebih jauh soal ini dan akan memberi kabar susulan jika telah memiliki info baru terkait hal ini.
Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait COVID-19, dr Zubairi Djoerban, memilih berhati-hati dan mencermati penggunaan jenis obat-obatan yang digunakan, termasuk yang mengandung ibuprofen. Walau masih perlu penelitian lebih lanjut, ada baiknya untuk sementara dihindari jika dirasa ada gejala khusus terkait COVID-19.
Obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen biasa terkandung dalam obat penurun panas dan pereda nyeri yang dijual bebas. Sebelum ini, sebagian dokter mengatakan, obat ini juga disebut kurang aman digunakan untuk menurunkan demam pada pasien penyakit demam berdarah dengue (DBD), terutama pada anak, karena dapat memperburuk penyakit.
Sementara itu, hingga hari ini Kamis (19/3/2020) angka resmi yang diumumkan pemerintah; pasien positif COVID-19 di Indonesia adalah 309 orang, meninggal dunia 25, sembuh 15. Di dunia seperti dilaporkan John Hopkins University tercatat 222.642 kasus, meninggal dunia 9115 , sembuh 84.506. (f)
Baca Juga:
Risiko Wanita Hamil di Tengah Pandemik Virus Corona
Dua Pasien COVID-19 Pertama di Indonesia Ditemukan, Perhatikan Beda Gejalanya Dengan Selesma
Cucilah Tangan Setelah Sentuh 7 Benda Ini untuk Menghindari Virus Korona
Topic
#corona, #viruscorona, #covid19


