
Dok. Femina Media / Desiyusman Mendrofa
Jakarta kembali ke jajaran atas sebagai kota dengan kadar polisi udara tertinggi di dunia. Menurut situs pemantau kualitas udara AirVisual.com, ibukota Indonesia ini menduduki peringkat kedua dengan kualitas udara terburuk setelah Hanoi, Vietnam.
Buruknya kualitas udara, terutama di daerah kemacetan, membuat masyarakat penglaju ini menjadi kelompok yang rentan terpapar gas buangan kendaraan dan bau yang tidak sedap. Salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar para penglaju tidak terus menerus terpapar pencemaran adalah penggunaan masker yang tepat sesuai kondisi.
Lantas jenis masker seperti apa yang dibutuhkan bagi para penglaju? Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masker yang tepat, yaitu:
1/ Kenali jenis masker yang digunakan. Dalam kondisi kualitas udara yang buruk, pilih masker karbon yang bisa memberikan perlindungan lebih maksimal karena memiliki lapisan karboaktif yang bisa mencegah masuknya sumber kontaminan sehari-hari seperti debu, polusi kendaraan, dan bau tak sedap.
2/ Pilihlah masker yang memiliki lapisan yang nyaman untuk kulit. Umumnya masker yang baik memiliki setidaknya empat lapisan filter yang terdiri dari lapisan dalam, lapisan filter untuk menahan partikel dan debu, lapisan karbon aktif yang mampu membantu menyerap bau tidak sedap, dan lapisan luar yang dapatmenyaring udara dan partikel berukuran besar.
Jadi, jangan asal pilih masker, agar kesehatan Anda tetap terjaga, walaupun setiap hari Anda harus berjibaku dengan kemacetan kota besar, seperti Jakarta. (f)
BACA JUGA :
Imunisasi MR di 28 Provinsi Segera Dimulai
Faktanya, Seperempat Angka Kematian Ibu Adalah Akibat Perdarahan Setelah Melahirkan
Mitos & Fakta Soal Keracunan Makanan
Topic
#polusiudara


