Family
Belajar dari Inside Out 2, Film Terlaris Semester Pertama 2024

1 Jul 2024

Remaja bakal bertingkah seperti apa jika Anxiety menguasai konsol emosi mereka?
Foto ilustrasi: Disney Pixar (inside Out 2)

Meski digadang-gadang bakal box office, Inside Out 2 tak disangka melebihi ekspektasi. Per 30 Juni 2024, dalam 19 hari setelah penayangan perdananya di seluruh dunia, film animasi Disney buatan Pixar ini berhasil menembus box office 1,015 miliar dolar AS.

Pendapatan kotor ini membuat Inside Out 2 memuncaki film terlaris sepanjang 2024, menggeser posisi Dune: Part Two (711 juta dolar). Jumlah ini juga jauh melampaui pemasukan film pertama, Inside Out (2015), yang meraup 859 juta dolar di seluruh dunia.

Disutradarai Kelsey Mann, salah satu poin yang dianggap membawa kesuksesan Inside Out 2 adalah topik pubertas pada remaja dikemas dengan cara manis kekinian.

Tokoh Riley, yang kini berusia 13 tahun, adalah usia perbatasan Gen Z-Gen Alpha, yang mulai mengenal 4 emosi baru, Anxiety, Envy, Ennui atau Boredom, serta Embarrassment. Empat emosi ini sangat nyambung dengan kehidupan remaja, dan para orang tua mereka.

Emosi kompleks di masa pubertas remaja bisa, kok, dikelola demi masa remaja yang bahagia dan positif.
Foto ilustrasi: Disney Pixar (Inside Out 2)

Setidaknya ada 5 hal yang bisa kita pelajari sebagai orang tua atau pengasuh serta pendidik anak remaja dari Inside Out 2, terutama masa-masa Riley di kamp hoki es:

1. Emosi masa pubertas memang kompleks

Inside Out 2 memperkenalkan 4 emosi Riley yang dalam realitas memang muncul pada masa pubertas. Contohnya Anxiety, atau rasa cemas, yang di film ini bersaing dengan Joy 'menguasai' tindakan yang diambil Riley. Namun dalam 'dosis' tepat, Anxiety membantu kita fokus, mengingat detail, dan menghindari bahaya. 

Karena kompleks, masalah berkaitan dengan emosi-emosi ini tidak punya solusi simpel; tiap individu berbeda, dan tiap individu bisa mengelola emosi ini untuk kepentingan mereka. 
 

2. Komunikasi itu penting

Saat anak mencapai usia remaja, bukan hanya fisik mereka yang berubah; emosi pun berubah. Ada yang mengalami masa sulit, ada yang santai-santai saja. Tidak ada yang pasti bagaimana mereka akan berubah menjadi sosok remaja yang seperti apa.

Sebagai orang tua, kita harus memberi mereka ruang untuk tumbuh, namun tetap berkomunikasi dengan mereka (bukan menelantarkannya dengan bersikap masa bodoh). Kita juga menghindari dengan sadar atau tanpa sengaja melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bernada menghakimi. Bantu mencari solusi masalah mereka dengan pertanyaan yang mengajak mereka terlibat aktif, atau memakai POV mereka.
 

3. Isu kesehatan mental bisa dimulai dari hal receh 

Seperti Riley yang malah mengalami panic attack di pertandingan hoki es penting, isu kesehatan mental kadang dipicu oleh hal-hal yang dianggap orang dewasa "b" saja. Namun beda dengan remaja; persahabatan, prestasi, hingga lingkungan sekeliling bisa menentukan kesehatan mental mereka.

Inside Out 2 mengajarkan kita untuk belajar memahami dan berempati pada remaja; apalagi masalah remaja sekarang beda dengan masalah saat kita remaja karena zaman sudah jauh berubah.
 

4. Semua emosi sama pentingnya

Dalam Inside Out 2, semua emosi akhirnya sama pentingnya, tergantung 'dosis' dan pemakaiannya. Riley bisa jadi pribadi positif karena Joy dan geng emosi lama mau berkompromi dengan Anxiety dan geng emosi baru.
 

5. Menerima diri sendiri

Jika dulu "be yourself" jadi ungkapan paling penting dalam membangun rasa percaya diri, saat ini "accept yourself" adalah ungkapan kekinian yang bisa membantu kita hidup positif. 

Menerima diri sendiri apa adanya namun dengan visi menjadi versi lebih baik adalah Langkah awal hidup dengan percaya diri namun menghargai setiap pengalaman manusia.

Gak nyangka ya, semua itu ada dalam film animasi Inside Out 2....

Baca juga:
Inside Out 2: Benak Remaja yang Makin Rumit
Lindungi Anak-anak dari Pelecehan, Hancurkan Fenomena Gunung Es
Peduli Pekerja Anak, Jangan Pakai Produknya!
 

Zornia Harisantoso


Topic

#pubertas

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?