Trending Topic
Mengolah Masalah Sampah di Kompetisi L’Oreal Girls in Sience 2016

2 Sep 2016


Foto: Fotosearch

Sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pada tahun 2015, negara kita bahkan mendapat peringkat kedua sebagai penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan dunia, setelah Tiongkok. Di Jakarta, limbah organik menjadi penyumbang sampah terbesar 55,37% yang disusul sampah kertas 20,57%.
Tidak mau mendapat warisan sampah, beberapa generasi muda, tepatnya para siswa SMA, memutar otak untuk mencari solusi bagi permasalahan sampah. Seperti yang dilakukan oleh Marshella Wijaya, Amanda Kosim, dan Clessya Olivia. Ketiga siswi SMAK 3 Penabur Jakarta ini berhasil mengolah sampah menjadi media tanam sekaligus pupuk yang bernilai ekonomi  tinggi. Inovasinya ini sekaligus mengantar ketiganya menjadi pemenang pertama kompetisi L’Oreal Girls in Sience 2016 dengan tema Think Outside the Trash Bin – Waste Recovery Challenge.

Terobosan pemberdayaan sampah juga berhasil diwujudkan oleh ketiga siswi SMA 1 Padang: Huwaid Azijah Nur, Lupi Asmeri Fadhilah, dan Putri Rizki Fitriani, yang duduk di peringkat dua. Mereka mengolah sampah cangkang langkitang menjadi pasta gigi. Rupanya, cangkang sejenis keong yang sering menjadi penganan di Padang ini mengandung kalsium tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan gigi.        
           
Limbah printer dan alat tulis kantor pun bisa dimanfaatkan ulang menjadi produk baru yang bernilai fungsi dan sedap dipandang. Seperti inovasi karya tiga siswi SMAN 1 Bojonegara, Banten, yang mengubah sampah-sampah itu menjadi lampu dan charger handphone darurat. Inovasi mereka ini berhasil menempatkan ketiganya di posisi kedua dalam kompetisi sains ini.

“Kita perlu mempersiapkan generasi muda wanita untuk meraih masa depan yang lebih hijau untuk Jakarta dan Indonesia,” kata Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, di malam pemberian penghargaan kepada para siswa berprestasi ini.

Kompetisi L’Oreal Girls in Sience 2016 yang fokus pada lahirnya inovasi baru pengolahan sampah ini diikuti oleh 15 tim finalis wanita dari berbagai SMA, dari Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara Barat. Kompetisi tahunan yang diadakan L’Oreal ini merupakan salah satu bentuk dukungan Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 yang dimulai awal tahun ini.

“Kami memandang sampah sebagai  permasalahan yang bisa lebih mudah dipecahkan melalui solusi ilmiah. Apalagi generasi muda berperan lebih vokal dalam mengubah perilaku masyarakat secara lebih luas,” ujar Umesh Phadke, Presiden Direktur PT  L’Oréal Indonesia. (f)

Betrina Larobu


Topic

#sampah, #loreal, #penelitian

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.