
Foto: Fotosearch
Pojok-pojok laktasi atau tempat ganti bayi (pakaian seperti popok) di tempat-tempat umum seringkali hanya bisa dimasuki oleh wanita sebagai ibu. Hal ini tampaknya akan segera berubah, diawali di Amerika Serikat setelah Jumat (7/10) lalu, Barack Obama mengesahkan peraturan Bathroom Accessible in Every Situation Act (BABIES Act). Disebutkan pada Huffington Post, peraturan ini tidak hanya mensyaratkan supaya tempat-tempat umum menyediakan ruang ganti bayi di dalam atau dekat toilet perempuan, tapi juga ada di toilet pria. Dengan cara ini, diharapkan kaum pria bisa berpartisipasi mengurus anak.
Perlu dicatat bahwa peraturan ini baru berlaku di tempat-tempat (gedung) milik umum. Jadi, lokasi-lokasi khusus seperti resto, butik, bioskop, tidak diwajibkan membuat ruang ganti popok di dekat area toilet pria mereka.
Proposal peraturan ini telah diajukan sejak bulan April 2016 oleh para wakil rakyat AS kepada parlemennya. Setelah disetujui oleh para anggota parlemen, baru diajukan kepada Presiden Obama. Proses pengesahan peraturan ini memang tergolong cepat. Mungkin, sebagai salah satu dari ‘sumbangan’ Barack Obama sebelum mengakhiri jabatan presidennya.
Masalah ruang ganti bayi bagi pria juga pernah disuarakan oleh public figure seperti Ashton Kutcher.
Tahun 2015 lalu, Ashton mengkritik kurangnya tempat ganti bayi pada tempat (toilet) pria. Ashton juga membuat petisi di Change.org menuntut dibuatnya tempat ganti popok di ruang pria juga. Petisi yang berjudul Stop Gender Stereotyping: Provide Universally Accessible Changing Tables in All Your Stores hingga hari ini telah mengumpulkan 104.384 dukungan.
Perlu dicatat bahwa peraturan ini baru berlaku di tempat-tempat (gedung) milik umum. Jadi, lokasi-lokasi khusus seperti resto, butik, bioskop, tidak diwajibkan membuat ruang ganti popok di dekat area toilet pria mereka.
Proposal peraturan ini telah diajukan sejak bulan April 2016 oleh para wakil rakyat AS kepada parlemennya. Setelah disetujui oleh para anggota parlemen, baru diajukan kepada Presiden Obama. Proses pengesahan peraturan ini memang tergolong cepat. Mungkin, sebagai salah satu dari ‘sumbangan’ Barack Obama sebelum mengakhiri jabatan presidennya.
Masalah ruang ganti bayi bagi pria juga pernah disuarakan oleh public figure seperti Ashton Kutcher.
Tahun 2015 lalu, Ashton mengkritik kurangnya tempat ganti bayi pada tempat (toilet) pria. Ashton juga membuat petisi di Change.org menuntut dibuatnya tempat ganti popok di ruang pria juga. Petisi yang berjudul Stop Gender Stereotyping: Provide Universally Accessible Changing Tables in All Your Stores hingga hari ini telah mengumpulkan 104.384 dukungan.

Foto: Change.org
Dalam pengantar petisinya, Ashton yang saat itu baru menjadi seorang ayah merasakan kurangnya atempat bagi para pria berperan mengganti pakaian anak mereka sebab kebanyakan masih ada di dekat toilet wanita dan hanya bisa dimasuki wanita.
“Ini tahun 2015, keluarga sudah berbeda-beda karakternya, adalah tidak adil mengira merawat anak (mengganti popok) hanya tugas wanita. Sedangkan para ayah, seperti saya, ingin berpartisipasi dengan porsi yang sama pada proses pengasuhan anak,” sebut Ashton yang menyebutkan hal ini juga sebagai bentuk diskriminasi gender, padahal dia ingin anak-anaknya merasakan hidup di dunia dengan gender yang setara.
Peraturan baru Obama dan suara Ashton ini tampak menggambarkan perubahan yang terjadi mengenai pengasuhan anak beberapa tahun belakangan. Para ayah saat ini mulai mau turun tangan dalam berbagai pekerjaan domestik. Menurut survei tahun 2011 Lembaga Pew Research Center yang dilakukan terhadap 124.000 responden di AS, para pria melakukan lebih banyak pekerjaan domestik dan mengurus anak dibanding era sebelumnya.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa anak yang ayahnya aktif terlibat dalam pengasuhan, akan merasa aman secara emosional, memiliki kepercayaan diri dalam mengeksplorasi sekitarnya, dan ketika bertambah besar akan memiliki hubungan sosial yang baik dan rendah tindak kenakalan remajanya.
Bagaimana dengan di Indonesia? Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, sudah mengatur di tempat-tempat umum dan perkantoran, termasuk puskesmas dan rumah sakit menyediakan pojok laktasi oleh pengelola bangunan yang bersangkutan. Peraturan ini telah dijalankan, terutama di beberapa mal-mal. Selain untuk menyusui, pada pojok laktasi disediakan tempat untuk mengganti pakaian (sesuai kebutuhan bayinya saat itu). Namun, karena pemberian ASI dilakukan oleh wanita, pojok laktasi seringkali berada di dekat toilet wanita. Hal ini jadi diasumsikan hanya wanita yang bisa menggunakan tempat tersebut.
Dengan adanya peraturan baru di Amerika tersebut, mungkin bisa menginspirasi bangsa lain untuk membuat tempat serupa, termasuk Indonesia. Bagaimana menurut Anda? Sudah siap atau perlukah Indonesia membuat tempat merawat bayi seperti di Amerika tersebut?(f)
Baca juga:
Topic
#pengasuhananak


