Money
4 Kebiasaan Finansial Normal yang Menguras Dompet

9 Jun 2016


Foto: Fotosearch
 
Sering penasaran mengapa jumlah uang di tabungan Anda tidak pernah bertambah—malah berkurang—pas akhir bulan? Padahal, nih, Anda sudah berusaha membuat bujet dengan rapi, mengatur cashflow, sampai selalu menyisihkan dana buat disimpan tiap bulan. Bisa jadi karena Anda memiliki beberapa kebiasaan yang tampak ‘normal’ tapi sebenarnya menguras kantong. Coba diingat lagi, apakah beberapa kebiasaan menyangkut keuangan berikut pernah atau suka Anda lakukan?

1. Menaikkan gaya hidup
Begitu mendapat bonus atau kenaikan gaji, apa yang Anda lakukan? Kebanyak orang sering menggunakan “kelebihan” pendapatan mereka untuk membiayai lifestyle yang diinginkan—bukan dibutuhkan. Akibatnya, dana tetap tidak terkumpul dan Anda tetap merasa kekurangan uang. Karena itu, ada baiknya, begitu mendapat kelebihan dana (dari pendapatan biasanya), biarkan dulu tersimpan atau langsung diinvestasikan. Anda dapat menggunakannya bila memang dibutuhkan suatu saat nanti.

2. “Mengundang” bunga kredit
Kartu kredit memang membantu transaksi karena Anda tidak perlu memegang dan mengeluarkan uang. Bukan berarti kartu kredit adalah sumber finansial setiap konsumsi Anda. Apalagi jika Anda menggunakan kartu kredit untuk membiayai gaya hidup yang sebenarnya tidak bisa Anda jangkau. Tidak masalah bila Anda mampu melunasinya tiap bulan. Tapi, bila terpaksa berutang untuk melunasinya, berarti Anda ‘mengundang’ bunga pada pembayaran. Dengan begitu, harus mengeluarkan uang lebih dari jumlah yang digunakan. Bisa juga, bunga pada kartu kredit timbul karena Anda lupa membayar tagihan tiap bulan. Daripada menumpuk utang dan memguras dompet nantinya, coba lunasi dulu utang Anda, baru gunakan lagi kartu kredit tersebut.

3. Tergoda penawaran “bagus”
Pernah membeli sesuatu yang sebenarnya belum Anda butuhkan tapi dilakukan karena seperti penawaran bagus? Dalam pikiran Anda saat itu terngiang kata-kata “kapan lagi?”, “ih, murah banget!”, atau “bisa untuk nanti”. Meski terlihat nilainya hanya “seberapa” saat itu, tapi tetap saja sama dengan pengeluaran tambahan. Atau, pikirkan lagi, bila nilai yang hanya seberapa tadi diakumulasikan, tentu jumlahnya akan membengkak dan menguras kantong kita—biasanya, hal seperti ini terjadi ketika melihat-lihat situs belanja online. Sebaiknya, dipikirkan lagi, apakah penawaran tersebut memang sedang dibutuhkan saat ini. Jika masih dibutuhkan nanti, tidak ada salahnya ditunda dulu. Siapa tahu akan ada penawaran bagus lainnya nanti atau justru barang tersebut ternyata diketahui tidak terpakai di kemudian hari.

4. Membiarkan uang Anda di tabungan biasa
Uang yang disimpan dalam tabungan memudahkan Anda mengambilnya kapan saja. Uang tersebut juga tidak akan menghasilkan banyak sekalipun disimpan dalam waktu lama—bayangkan berapa bunga tabungan saat ini. Sudah bunga kecil, Anda mesti membayar uang administrasi pemeliharaan tabungan tiap bulannya. Uang Anda malah terpangkas. “Gerakkan” modal Anda dengan menyimpannya dalam bentuk investasi. Begitu dalam bentuk investasi, Anda mungkin lupa punya uang, tapi ketika masanya tiba, akan diperoleh keuntungan yang sebanding.(f)


Topic

#cegahboros

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?