Info Kuliner 

Macam-Macam Tepung Nonterigu


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Macam-Macam Tepung Nonterigu Femina
Mungkin tak berlebihan kalau dikatakan tepung terigu adalah salah satu penghuni setia dapur Anda. Disadari atau tidak, tepung multifungsi ini sudah membuat kita ’kecanduan’ dan sangat bergantung pada kehadirannya. Mulai dari membuat roti, cake, atau cookies, udang atau ikan goreng tepung, hingga camilan tradisional, seperti bakwan, ubi, dan pisang goreng.

Ketergantungan inilah yang membuat kampanye diversifikasi pangan kembali didengungkan beberapa tahun belakangan ini. Tujuannya sederhana: agar kekayaan alam kita yang berlimpah, bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan  kita sendiri. Sayang kan, kalau ubi ungu, pisang, atau singkong yang tersedia begitu banyak dan mudah didapat di pasaran, hanya berujung pada sepiring ubi dan pisang goreng atau getuk?

Berikut ini beberapa jenis dan karakteristik tepung dari bahan-bahan lokal yang mulai beredar di pasaran:

1. Tepung Jagung
Bagian biji jagung yang diolah menjadi tepung. Memiliki warna kuning alami. Jagung juga mengandung kalsium dan karoten sebagai provitamin A.

Digunakan: Sudah banyak digunakan untuk membuat mi dan akan memberikan warna kuning yang cantik.

Karakteristik: Tekstur mi yang dihasilkan tidak seelastis mi dari tepung terigu.

2. Tepung Singkong
Disebut juga tepung MOCAF/ MOCAL (modified cassava flour). Terbuat dari singkong yang sudah mengalami proses fermentasi sebelum akhirnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung. Tepung ini mengandung kalsium serta karbohidrat yang tinggi, dibanding tepung umbi-umbian lain. Tepung ini menyerupai tampilan tepung terigu, karena itu sering disebut  sebagai  terigu nomor dua.  

Digunakan: Untuk roti tawar, roti manis, cake, dan biskuit.

Karakteristik: Hampir menyerupai tepung terigu dalam hal warna. Tidak beraroma, namun, karena tidak adanya gluten, pengembangan yang dihasilkan tidak sebaik pada tepung terigu.

3. Tepung Pisang
Dibuat dari jenis pisang plantain, seperti pisang tanduk atau kepok, bukan pisang buah yang biasa langsung dimakan (ambon).

Digunakan: Untuk membuat cookies atau biskuit, brownies, pancake, waffle, campuran es krim, dan campuran makanan bayi.

Karakteristik: Cake yang dihasilkan cenderung lebih lembap dan teksturnya ‘berat’.

4. Tepung Sukun
Dihasilkan dari daging buah sukun yang dikeringkan dan digiling halus.

Digunakan: Untuk membuat kue kering, kue basah, brownies, dan jajanan pasar.

Karakteristik: Kue kering  yang dihasilkan umumnya lebih ‘berat’ dengan serat serta aroma khas sukun yang sering kali masih terdeteksi samar-samar.

5. Tepung Ubi Ungu
Tepung ini mengandung antosianin, yaitu pigmen warna alami yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Dibuat dari ubi ungu.

Digunakan: Untuk campuran makanan, seperti kue kering (cookies/ biskuit), brownies, muffin, pancake, waffle, dan es krim.

Karakteristik: Memberikan warna ungu yang cukup kuat dan sedikit aroma khas ubi pada produk hasil olahan.

6. Tepung Ganyong
Dibuat dari pati ubi ganyong yang memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain. Sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada balita. Tepung ini juga bermanfaat untuk mengurangi sakit pencernaan dan sering digunakan untuk menyembuhkan sakit malnutrisi.

Digunakan: Untuk membuat jenang, puding, kue kering, kue basah, mi, dan roti.

Karakteristik: Tidak ada aroma dan rasa tertentu. Tekstur tepung lebih lembut.  

7. Tepung Beras Ketan Hitam/ Putih
Dihasilkan dari beras ketan warna hitam/ putih yang digiling halus. Sebaiknya gunakan tepung beras ketan hitam/ putih yang baru dan aromanya belum tengik. Kondisi tepung yang baru digiling akan menjadikan penganan lebih kenyal dan cita rasanya lebih enak.

Digunakan: Untuk membuat kue-kue basah tradisional.

Karakteristik: Menghasilkan kue dengan tekstur yang lengket. (f)

Mau sukses membuat kue kering? Ikuti tipnya di sini.




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Jangan Abaikan Kami Femina
TOPIK Hari Ini
Jangan Abaikan Kami
Apa yang Anda lakukan agar anak remaja Anda mau curhat dan berbagi cerita dengan Anda?
KOMENTAR
24 Jan 2015 - aningkawaii
tingkahlaku merupakan sebuah respon dari suatu tuturan. entah tuturan dalam diri hati seorang anak maupuun tutran dari lingkungan. diusia remaja yang labih suatu tuturan sangat berpengaruh terhadap jiwanya. tuturan merupakan sebuah sensitifitas bagi  ...
21 Jan 2015 - winarnimobile
Sangat miris dengan kejadian itu, berita itu merupakan tamparan dan teguran kita sebagai orang tua. Anak adalah titipan tuhan yang kita harus kita jaga. Jangan sampai Karena ego kedua orang tua, anak menjadi korban. Seharusnya kita mengasuh, menjaga, ...
21 Jan 2015 - irenedeasyflourencesinaga
Sebetulnya bisa dimulai dari sejak anak kita kecil. Ketika usia 2-3 tahun. Bagaimana si anak sudah belajar mengenal karakter dari teman-teman bermainnya (ada teman yang baik dan ada juga yang tidak). Bagaimana cara makan yang baik (yaitu dengan tidak ...



Majalah Edisi 04 (Edar 24 - 30 Januari 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 21 January 2015






  VIDEO