Trending Topic
Para Pencari Bakat

3 Dec 2015


Para pencari bakat berhasil membuat orang-orang yang tadinya bukan siapa-siapa, bersinar di ‘panggung’ mereka masing-masing. Tak terbatas di dunia hiburan, seni, dan budaya, juga termasuk di dunia karier profesional. 

Menurut Frans Sartono, wartawan senior dari Kompas, peran-peran pencari bakat ini sangat besar dalam perkembangan dunia hiburan, seni, dan budaya Indonesia, termasuk industri musik. Terlebih lagi, dulu belum ada ajang pencarian bakat atau media sosial yang dapat menjadi jalan bagi orang-orang berbakat di bidang seni untuk ‘memamerkan’ kemampuannya kepada produser musik atau televisi, maupun publik luas.
   
Tak heran jika sampai tahun ’90-an, khususnya di industri musik, peran pencari bakat sangat besar dalam perkembangan industri hiburan, mengingat akses pemilik bakat untuk menuju dapur rekaman masih sangat minim. Dulu, akses tersebut antara lain radio dan televisi, lewat ajang lomba seperti Bintang Radio dan Televisi.

Di luar itu, industri musik harus berburu artis dari panggung ke panggung. “Langkah lainnya mengandalkan lingkaran keluarga seniman atau musikus. Misalnya, pada pertengahan tahun ’60-an, penyanyi Tetty Kadi  diorbitkan oleh penyanyi dan pencipta lagu A. Riyanto yang masih saudaranya,” tutur pria yang akrab disapa  Sar ini.

Demi mendapatkan artis berbakat, perusahaan rekaman memiliki tim pencari bakat sendiri atau divisi A&R (artist and repertoire). Beberapa A&R Executives di Amerika Serikat yang berhasil menemukan banyak penyanyi dan band terkenal antara lain Jimmy Iovine (Eminem, 50 Cent, dan Black Eyed Peas), Rick Rubin (Beastie Boys dan Run-D.M.C.), Dr. Dre (Snoop Dog, Eminem, 50 Cent, dan The DOC), dan juga Simon Cowell (One Direction dan Il Divo).

Di industri musik Indonesia, salah satu nama legendaris yang berhasil menemukan banyak nama besar adalah Denny Sabri Gandanegara. Ia menemukan penyanyi-penyanyi terkenal seperti Nicky Astria, Nike Ardilla, Nafa Urbach, Mel Shandy, hingga Farid Hardja.

Di bidang sastra atau penerbitan buku, orang yang berperan menemukan penulis bertalenta adalah editor atau pemilik dari penerbit buku. Salah satunya adalah Gangsar Sukrisno, produser film dan mantan CEO Bentang Pustaka, yang menerbitkan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Gangsar yakin bahwa Laskar Pelangi dapat mencuri hati penggemar buku karena tema ceritanya yang unik serta gaya penulisan Andrea yang indah.

Tak hanya di bidang hiburan, seni, dan sastra, dunia karier juga memiliki pencari bakatnya sendiri. Yaitu, mereka yang bekerja di bagian talent recruitment suatu perusahaan. Ria Novita, ASEAN Recruitment Accenture, mengaku bahwa mencari sumber daya manusia, terutama yang baru lulus kuliah dan belum punya pengalaman bekerja, adalah hal yang susah-susah gampang.

Selain melihat prestasi akademisnya, ia juga melihat pengalaman berorganisasi dan prestasi-prestasi nonakademis dari kandidatnya. “Ini menyangkut kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi, dan leadership dari calon kandidat tersebut dalam melakukan pekerjaannya, serta potensi pengembangan kariernya di masa depan nanti,” tutur Ria.

Baca Juga:
Mata Ketiga Pencari Bakat
Indikator Sukses Pencari Bakat


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?