
Foto: 123RF
Kita punya peran penting dalam menentukan kesembuhan dan kesehatan diri. Salah satunya dengan aktif melempar pertanyaan yang tepat pada dokter yang menangani kita. Dengan begitu, tak sekadar cepat sembuh, harapan menjadi sehat optimal dalam aktivitas sehari-hari akan lebih besar peluangnya. Kali lain berkonsultasi ke dokter, jangan lupakan tanyakan ini.
Apa saya harus datang kembali ketika obat sudah habis dan menjalani pemeriksaan lanjutan?
Diagnosis dokter biasa ditentukan berdasarkan anamnesa atau wawancara dokter terhadap pasiennya. Seperti yang biasa dilakukan oleh dr. Mariska Kurnia dari Rumah Sakit Bhayangkara TK I R. Said Soekanto, Jakarta, setelah tahap anamnesa tersebut, dokter baru akan masuk ke pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan.
“Dari anemnesa, dokter dapat membuat diferensial diagnosis yang mengarah kepada penyakit A atau B. Oleh sebab itu pada saat kunjungan pertama biasanya dokter akan memberikan resep obat untuk dikonsumsi yang kemudian digunakan untuk pemeriksaan selanjutnya,” jelasnya. Jika pasien tidak menanyakan, tentunya ia tidak akan tahu kemungkinan penyakit yang dideritanya dan bisa jadi tidak menjaga tubuhnya dengan baik.
Dari berbagai kemungkinan tersebut, dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, rontgen atau CT Scan,” jelas dr. Mariska. Jika diagnosis sudah jelas, dokter baru akan memberikan resep obat yang sesuai. Konsumsi obat-obatan harus dikontrol agar dapat ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.
Menurut dr. Mariska, beberapa pasien seringkali tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah obat yang diberikan habis. Padahal, untuk beberapa penyakit berisiko tinggi sepeti hipertensi dan penyakit jantung, pemeriksaan lanjutan seharusnya dilakukan. “Dokter perlu tahu keluhan yang dirasakan pasien berkurang atau tidak. Sehingga, dokter dapat menentukan langkah berikutnya apakah perlu menambah dosis atau memberikan rujukan ke dokter spesialis,” tambah dr. Mariska. Oleh sebab itu, akan lebih baik lagi jika pasien menanyakan sejauh mana pasien perlu datang kembali untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga:
Perawatan Langsung ke Rumah dan Pengembangan Pengobatan Tradisional untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Sehat
Adakah cara pengobatan selain mengonsumsi obat?
Menurut dr. Mariska, sebagian pasien yang enggan untuk mengonsumsi obat sebaiknya menanyakan hal ini daripada setelah pulang dari rumah sakit tidak mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Pengganti obat dapat diberikan tergantung kondisi tubuh pasien.
“Dokter melihat kemungkinan penyakit yang ada dan biasanya juga mempertimbangkan permintaan pasien. Namun, tidak semua penyakit bisa ditolerir tanpa konsumsi obat,” ucapnya. Misalnya, untuk pasien yang mengalami demam hingga tiga hari dan panasnya tak kunjung turun. Jika pasien tidak berkenan mengonsumsi obat penurun panas, biasanya dokter akan menyarankan untuk datang kembali di hari keempat pasien mengalami demam dan kembali diperiksa.
“Biasanya ini terjadi pada pasien yang terserang demam berdarah. Karena setelah hari ketiga penurunan trombosit baru terlihat. Di hari keempat demam tersebut, pasien akan diminta untuk melakukan pemeriksaan darah di laboratorium,” jelasnya. Jika memang pasien tidak berkenan mengonsumsi obat farmasi, dokter biasanya akan memberikan alternatif pengobatan dasar yang bisa dicoba dengan menggunakan bahan alami dengan takaran dan cara yang tepat.(f)
Topic
#pertanyaandokter


