Health & Diet
Cara Atur Pola Makan untuk Cegah Kembung

29 Jul 2016


Foto: Fotosearch
 
Belum makan banyak, tapi perut sudah terasa kencang dan penuh. Bisa jadi Anda tengah mengalami perut kembung. Apalagi jika disertai dengan buang angin  berlebihan, bersendawa, serta perut terasa bergejolak dan terlihat membesar. Rasanya tentu tidak nyaman. Kondisi ini harus segera diatasi sebelum menyebabkan hal lain.

Atur Pola Makan
Kabar baiknya, menurut pakar gizi dan nutrisi dr. Inge Permadhi, SpGk, penyakit perut kembung dapat disembuhkan dan dihindari dengan cara sederhana, yaitu dengan menghindari makanan-makanan yang dapat merangsang lambung tersebut. “Hanya Anda yang tahu makanan apa yang bisa merangsang lambung Anda. Karena itu, penting  untuk memperhatikan apa yang dikonsumsi sehingga tahu makanan mana yang harus dihindari dan batasan mengonsumsinya,” ujar Inge.

Sayuran seperti labu kuning, mentimun, dan wortel, juga baik untuk pencernaan dan bisa mengurangi kembung. Anda bisa mengolahnya menjadi sup hangat sehingga lebih nyaman lagi bagi pencernaan. Buah seperti pepaya juga wajib dikonsumsi saat kembung. Pepaya mengandung zat papain yang bisa membantu pergerakan usus sehingga melancarkan proses pencernaan dan mengatasi perut kembung.

Mengonsumsi pisang yang kaya akan kalium juga berguna menghindari perut kembung. Perlu diketahui,  mengonsumsi garam dalam jumlah yang tinggi dapat menjadi pemicu perut kembung. Garam dapat menarik air dan menyimpan air di dalam tubuh. Kalium dapat  melawan efek dari garam tersebut. Menjaga keseimbangan kalium dan garam dapat menjaga keseimbangan air sehingga mencegah terjadinya kembung.

Langkah selanjutnya, makanlah secara teratur. “Jika sudah telanjur kembung, yang harus Anda lakukan adalah makan lebih sering. Makanlah dengan porsi  lebih kecil, tapi dengan frekuensi lebih sering. Misalnya, makan satu atau dua suap  setiap 30-60 menit sekali. Tujuannya membuat lambung tetap terisi sehingga terasa nyaman,” kata Inge.

Makanan karbohidrat adalah makanan yang bisa dikonsumsi untuk mengganjal perut Anda di saat sedang kembung. Namun, saran Inge, pilihlah makanan berkarbohidrat yang dapat dicerna penuh oleh sistem pencernaan, bukan jenis karbohidrat yang hanya mampu dicerna sebagian. Contoh karbohidrat tersebut misalnya nasi atau bubur. Nasi dapat dicerna secara penuh di usus halus sehingga tidak memiliki potensi untuk menimbulkan kembung.

Jika sudah berangsur membaik, atur pola makan Anda secara bertahap.  “Biasakan makan teratur; tiga kali porsi besar dan tiga kali porsi kecil tepat waktu. Makan tidak tepat waktu bisa menjadi salah satu penyebab kembung,” ujar Inge. Untuk memenuhi kebutuhan kalori harian, Anda bisa membagi pola makan seperti berikut: makan pagi 20 persen, snack siang 10 persen, makan siang 30 persen, snack sore 20 persen, dan snack malam 20 persen.

Hindari stres dan cemas. Stres menjadi salah satu faktor penyebab kembung. Stres bisa terjadi ketika Anda terlalu memforsir diri bekerja, tegang, cemas, emosi tidak stabil, kurang tidur, kuman atau virus  dan faktor lain. “Ketika Anda stres beberapa organ tubuh akan bereaksi, salah satunya lambung,” ujar Inge. Stres secara tidak langsung menyebabkan sirkulasi darah dalam perut juga terganggu. Inilah yang menyebabkan kembung.  

Umumnya penyakit perut kembung tidak menyebabkan penyakit lanjutan yang serius. Hanya, penderita perut kembung akan merasa  tidak nyaman dalam beraktivitas dan bukan tidak mungkin menurunkan produktivitas dalam bekerja. Pada kasus tertentu, perut kembung bisa menjadi salah satu gejala dari gastristis atau peradangan pada dinding lambung. Karena itu, Anda wajib memperhatikan. Jika perut sudah terasa perih sekali, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Siapa tahu itu alarm tubuh ada penyakit lain yang serius.(f)


Topic

#perutkembung

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?