Health & Diet
Kenali Makanan Pemicu Perut Kembung

28 Jul 2016


Foto: Fotosearch

 
Belum makan banyak, tapi perut sudah terasa kencang dan penuh. Bisa jadi Anda tengah mengalami perut kembung. Apalagi jika disertai dengan buang angin berlebihan, bersendawa, serta perut terasa bergejolak dan terlihat membesar. Rasanya tentu tidak nyaman. Kondisi ini harus segera diatasi sebelum menyebabkan hal lain.
 
Merangsang Lambung
Penyebab perut kembung biasanya berkaitan dengan makanan atau minuman dan cara Anda mengonsumsinya. “Lambung memang tidak tahan perih sehingga terjadilah kembung. Terutama jika dipicu oleh makanan yang merangsang atau makanan yang bisa menyebabkan luka,” ujar pakar gizi dan nutrisi dr. Inge Permadhi, SpGk.  

Ada beberapa makanan yang disinyalir dapat merangsang lambung. Sayuran tertentu, seperti brokoli, kubis, kol, dan kale yang tinggi rafinosa (serat yang sulit terurai), dapat memicu timbulnya gas yang menyebabkan kembung.  Anda boleh mengonsumsinya, tapi disarankan dalam porsi kecil, agar sistem pencernaan lebih ringan bekerja. Trik lain, dengan cara mengukus sayuran tersebut untuk mengurangi efek gas.
Begitu juga dengan makanan yang tinggi lemak dan berminyak, seperti makanan yang melalui proses digoreng atau makanan cepat saji.  “Lemak akan memperlambat kinerja pencernaan, sehingga akan bermuara di usus kecil. Jika sudah bermuara, kita hanya bisa menunggu hingga lemak luntur sendiri dan kembung hilang, baru bisa atur kembali porsi berikutnya,” ujar Inge.

Beberapa produk olahan susu, seperti keju, krim susu, yoghurt, dan mentega juga bisa memengaruhi sistem pencernaan bagi sebagian orang. Penyebabnya, kandungan laktosa. Bagi mereka yang intoleran dengan lakstosa, produk olahan susu bisa menyebabkan gangguan cerna, termasuk kembung hingga diare. “Sebagai alternatif, Anda bisa mengganti susu dengan susu kedelai atau susu bebas laktosa yang banyak dijual di supermarket,” saran Inge.

Selain itu, perhatikan pula ketika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan. “Makanan yang menggunakan pemanis seperti soorbitol, mannitol, dan xylitol dapat membuat perut kembung. Makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh sehingga difermentasi oleh bakteri di saluran pencernaan,” jelas Inge. Pemanis buatan ini umumnya digunakan pada permen karet bebas gula dan beberapa makanan rendah kalori. Wajib diwaspadai, rendah kalori belum tentu aman.

Ada lagi  orang-orang yang sensitif terhadap gluten dan tepung. “Sebaiknya mereka menghindari mengonsumsi produk makanan yang terbuat dari terigu seperti kue, mi, pasta, atau pizza. Produk olahan tepung sangat rendah serat sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang berakibat perut kembung. Pilih jenis makanan yang berserat tinggi, seperti buah dan sayuran, untuk meningkatkan kualitas pencernaan Anda,” ujar Inge.

Kacang-kacangan yang tinggi serat, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, juga dapat menyebabkan kembung. “Perhatikan saja jumlahnya karena kacang-kacangan juga kaya nutrisi, sehingga termasuk dalam makanan sehat. Anda tetap boleh mengonsumsinya, tapi  mulailah dengan porsi kecil dan perlahan naikkan porsinya,” ujar Inge. Ada juga beberapa makanan lain yang memang sensitif bagi pencernaan sebagian orang, seperti cokelat, kopi, makanan yang asam dan pedas.

Tak hanya makanan, minuman juga bisa menjadi pencetus perut kembung, misalnya minuman yang banyak mengandung gas, seperti soda dan alkohol. “Ketika mengonsumsi minuman soda atau alkohol, sebagian gas akan terjebak di dalam pencernaan, dan menyebabkan perut kembung. Tidak heran jika orang yang minum minuman bersoda sering kali bersendawa setelahnya,” ujar Inge. Air putih atau air mineral biasa tetap terbaik untuk pasokan cairan tubuh. Anda juga bisa mengonsumsi teh atau sari buah.(f)
 


Topic

#perutkembung

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?