Food Review
Ekspresi Rasa Asia Tenggara dan Barat di GIOI

22 Jan 2017

                           
Foto: Helen Christianti
 
Restoran GIOI tidak terlihat pretentious. Ada suasana nyaman seperti di rumah, terlepas dari lokasinya di deretan tempat makan hip di area Senopati, selatan Jakarta. Tampah-tampah beras yang besar melatari salah satu sisi dinding yang tinggi, serasi dengan furnitur modern dari kayu yang mendominasi ruang.

Beberapa tanaman hidroponik menghiasi eksterior restoran, memberikan Anda gambaran pada konsep menu ‘farm to table Asian cuisine’. “Kami memiliki perkebunan di Ciawi untuk menanam bahan masakan, terutama sayuran,” tutur salah satu pemilik, Anthony Sadeli. Bukan perkara enteng menanam sayur secara mandiri, mengingat risiko gagal panen yang selalu mengintai. Ketersediaan bahan dari kebun sendiri ini 'berbalapan’ dengan jumlah tamu yang di luar dugaan, walau mereka masih berada di periode soft opening kala disambangi femina. “Natal lalu kami terpaksa memasak sayuran-sayuran hidroponik yang ditujukan sebagai penghias ruang restoran, padahal tamu sedang ramai,” sambungnya. 

Hidangan Asia Tenggara interpretasi GIOI tidak berhenti pada jargonnya yang keren. Eksekusinya istimewa, sebuah pertemuan cita rasa dua budaya yang berjodoh di lidah. Ada Balado Escargot, daging keong air yang dimasak hingga empuk dan disiram dengan saus balado, ditemani empat iris baguette. Ada pula Satai Lilit, yang menggunakan tusuk satai dari tebu untuk sensasi gigitan yang manis. 

Favorit femina, GIOI’s Signature Crispy Duck, bebek goreng kering ala Bali yang melibatkan teknik masak confit Prancis. Ini ditemani nasi ulam yang datang dengan tiga sambal. Masih teringat bagaimana wangi santan pada nasinya begitu semerbak kala mendarat di meja. Yang lebih ringan namun sama istimewa, Prawn & Chicken Salad. Segar, melibatkan dressing dari mint dan daun basil petikan kebun sendiri.

Lupakan minuman yang biasa-biasa saja. Coba Black Lemonade, perasan air jeruk lemon dan activated charcoal yang disebut Anthony cocok untuk detoksifikasi. Ada pula bubur ketan hitam yang disajikan dengan mangga lokal dan persik bersama Thai basil panacotta. (f)
 
Alamat: Jl. Senopati No. 88, Jakarta Selatan.
Jam buka: 11.00-23.00 WIB
Harga*): Rp89.000- Rp280.000.
Suasana: Terasa suasana ruang makan yang nyaman dan akrab. 
 
Baca juga:
Panggang Ucok, Lapo Berbeda dari Bang Ucok
Memahami Rasa Mediterania di Sea Grain Restaurant & Bar
Toby’s Estate Coffee, Kopi Nikmat dari Sydney
Buffet Gaya Raffles di Arts Cafe


Topic

#RekomendasiRestoran

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?