
Foto: Pixabay
Aniek - Semarang
Menurut konsultan karier, Emilia Jakob, tantangan baru sebaiknya dihadapi dengan semangat baru. Sebenarnya, naik jabatan baik di kantor lama maupun baru, sama-sama memiliki tantangan. Di tempat baru, tantangannya adalah Anda belum mengenal karakter masing-masing orang maupun budaya di perusahaan baru. Jadi, Anda sebaiknya mencairkan terlebih dahulu hubungan Anda dengan rekan-rekan yang baru. Seperti biasa, ketika Anda memasuki sebuah kelompok yang kelihatannya solid, Anda sebagai orang barulah yang perlu berinisiatif membuka diri dan menjalin hubungan dengan orang-orang lama. Sementara mereka yang orang-orang lama, akan cenderung menunggu dan menilai apakah si orang baru ini pantas atau tidak menjadi bagian dari mereka. Cobalah kenali dan dekati tim baru Anda, perhatikan bagaimana orang-orang berperilaku dan berinteraksi satu sama lain, cari tahu kebiasaan maupun peraturan tidak tertulis yang berlaku di perusahaan baru.
Lakukan ini dengan santai, jadilah diri Anda sendiri. Bila Anda sudah diterima di perusahaan tersebut, pastilah Anda memiliki kualitas untuk memajukan perusahaan. Buktikan kompetensi dan kualitas yang Anda miliki, tidak dengan kata-kata semata, namun juga dengan perbuatan. Sebagai orang baru, Anda memang perlu kulonuwun sedikit kepada si empunya tempat. Akan sulit bila Anda memulai dengan persepsi bahwa rekan-rekan baru Anda adalah orang yang sinis, tidak suka dengan kehadiran Anda, dan enggan diperintah. Buka lembaran baru dengan pikiran positif bahwa rekan-rekan itu hanya belum mengenal diri Anda yang sesungguhnya. Lalu tunjukkan pada mereka kualitas positif dan terbaik dari Anda. (f)
Baca juga:
Kuis Karier: Apakah Anda Berjiwa Pemimpin?
Sesekali Boleh Menolak Tugas dari Atasan
Tetap Berjarak Dengan Staf Setelah Pelatihan Kepemimpinan? Baca Ini
5 Ciri Penting Seorang Pemimpin
Topic
#TipKarier


