True Story
Menaklukkan Jarak dan Waktu Ala Zivanna Letisha & Haries Argareza Harahap

9 Sep 2017



Foto: Pribadi

Bagi Zivanna Letisha Siregar (28) dan Haries Argareza Harahap (31), perbedaan jarak, ruang, dan waktu, tak jadi masalah. Jakarta-Jepang hanyalah persoalan geografi, sebab cinta tidak mengenal dimensi ruang dan waktu. Apalagi, di era teknologi informasi dan digital supercanggih seperti sekarang, keseharian mereka tetap bisa dijalani bersama.

Kepada femina, Zivanna yang biasa disapa Zizi dan Argareza yang disapa Arga berbagi cerita cinta, sekaligus kesiapan mereka menjadi orang tua.
 
BERAWAL DARI ‘UDARA’
Perjumpaan mereka berawal dari ‘udara’, pada tahun 2011. Saat itu Arga berprofesi sebagai penyiar radio di Hard Rock FM di Bandung. Zizi, model dan Puteri Indonesia 2008, menjadi bintang tamu dalam obrolan telepon di salah satu acara yang dibawakannya. Hanya jumpa via suara, kesan pertama mereka pun unik. “Suaranya…voicegenic,” ungkap Zizi tertawa.

Arga terkesan oleh sifat Zizi yang tidak sok artis, bahkan tak keberatan menanggapi saat dijaili Arga. Padahal, awalnya ia sempat ragu dan berasumsi bahwa Zizi kemungkinan tidak akan memberikan respons karena kesibukan. Ia makin terkesan karena Zizi menjadi teman mengobrol yang menyenangkan saat dihubungi lewat telepon. “Dari niat berteman, akhirnya jadi ‘modus’ dan keterusan, he... he... he...,”  cerita Arga.

Obrolan via gelombang radio itu  berlanjut dalam keseruan yang sama lewat layar BBM. Saking senangnya mengobrol dan merasa nyambung, di awal-awal Zizi bahkan sampai tidak sadar bahwa selama ini ia belum tahu  seperti apa wajah Arga. “Di BBM, Arga tidak memajang fotonya,” kenang Zizi. Sampai sebulan kemudian, setelah  berkenalan, saat Arga mengunjungi Zizi di Jakarta dan mereka kopi darat.

“Ternyata, selain voicegenic, Arga juga photogenic. Jadi, okelah…,” lanjut Zizi, tertawa. Wanita yang saat itu masih bersiaran di Liputan 6 SCTV ingat betul kesan pertama saat bertemu Arga. “Arga datang memakai kemeja cokelat, jam  cokelat, dan celana warna cokelat. Orangnya bersih dan rapi,” ungkap Zizi. Saat itu mereka menghabiskan waktu dengan ngopi dan ngobrol. “Waktu itu, saya belum lama berulang tahun, dan Arga datang bawa kado,” cerita Zizi, surprise Arga mengingat hari ulang tahunnya.

Saat itu sebenarnya mereka benar-benar murni berniat untuk berteman saja. Sebab, di saat  yang sama Zizi memang masih memiliki  kekasih, walau hubungan mereka sedang bermasalah. “Akhirnya saya malah jadi curhat sama dia,” kenang Zizi, yang tidak tahu bahwa selama itu pula Arga sabar menunggunya. Sampai kemudian Arga mendengar dari seorang temannya, yang juga mengenal Zizi, bahwa wanita yang lama ditunggunya itu statusnya telah berubah  menjadi single & available. Pria itu pun memberanikan diri untuk menyatakan isi hatinya kepada Zizi.

Enggak ada acara nembak yang spesial. Hanya penegasan. Sebab, pada dasarnya kami sudah saling berkomunikasi  secara intens,” ungkap Zizi. Sebenarnya, ia sudah mulai menebak perasaan Arga kepadanya lewat tulisan-tulisan pria itu di salah satu kolom majalah franchise gaya hidup wanita. Rupanya, curahan hati Zizi kerap menjadi inspirasi bagi tulisan Arga. “Ada sinyal-sinyal samar yang bisa saya tangkap di tulisan itu,” ujar Zizi.

Daya tarik Zizi begitu  kuat bagi Arga yang suka terbius oleh kecerdasan dan pemikiran kritis Zizi saat mereka terlibat diskusi. “Dia wanita yang mandiri, tapi tidak kaku, dan selalu punya cita-cita yang tinggi. Karakter seperti inilah yang saya cari dalam diri calon pasangan hidup saya,” ungkap Arga, yang juga merasa klop karena keduanya sama-sama penyuka gaya hidup sehat dan olahraga.

Sementara itu, di mata Zizi, Arga adalah sosok dirinya, tapi dalam bentuk yang berbeda. “Kami itu banyak samanya, tapi juga banyak bedanya. Dunia kami beririsan, tapi tidak benar-benar sama, lingkup pertemanan kami pun saling terhubung,” jelas Zizi, yang kurang suka menjalin hubungan dengan teman seprofesi. Arga yang sabar, tenang, dan sangat memegang prinsip menyeimbangkan sisi sifatnya yang selalu terburu-buru, terlalu banyak maunya, dan kurang fokus.

“Saya juga merasa nyaman berada di tengah keluarganya,” lanjut Zizi. Ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu itu nyata saya lihat dari bagaimana Arga menyayangi dan hormat terhadap ibunya,” ungkap Zizi, yang saat serius menjajaki hubungan dengan seorang pria, menjadikan hal ini sebagai penilaian utamanya. Sebab, awalnya Zizi sempat ragu, bahwa sebagai anak radio, VJ, dan tujuh tahun bersekolah di luar negeri akan membuat Arga menjadi sosok yang dekat dengan dunia malam. “Sebaliknya, Arga tidak pernah meninggalkan salat, dan kami berdua sama-sama suka berpuasa Senin-Kamis. Akhirnya malah jadi janjian puasa bareng. Senang kan kalau sahur ada temannya,” cerita Zizi, tergelak.
 

Naomi Jayalaksana


Topic

#kisahcinta, #kisahsejati

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.