True Story
Happy Salma & Tjok Gus : Bahagia dalam Perbedaan

16 Jan 2020


Dok. Femina Media / Nicky Gunawan




Nyaris satu dekade Happy Salma (39) menghabiskan hari-harinya bersama Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa (38). Ada banyak warna yang bercampur dalam spektrum kehidupan setelah pernikahan. Terlebih lagi ketika keduanya menjadi sorotan publik dan menjadi panutan, bukan hanya karena Happy seorang aktris tapi juga Tjok Gus yang merupakan pangeran Kerajaan Ubud. Memberikan pelajaran kehidupan yang berarti bagi keduanya.

“Pada pertemuan pertama, saya melihat sepertinya dia baik sekali, anak kekinian. Sementara saya merasa sangat
old school. Sepertinya dia bukan tipe saya,” kenang Happy tentang pertemuan pertamanya dengan pria yang akrab dipanggil Tjok Gus pada tahun 2006, yang dikenalkan oleh seorang temannya ketika berlibur ke Bali. 

Namun ternyata penilaian Happy terhadap Tjok Gus hanyalah di permukaan. Setelah saling bertukar pikiran dan menyelami perbincangan lebih dalam, kesan Happy pun berubah.

“Dia tak sedangkal yang saya pikirkan. Dia punya pandangan yang besar pada filsafat hidup, keberagaman, dan ternyata dia punya pandangan yang sama dengan saya,” ceritanya. 

Kecocokan pun membawa mereka pada fase ‘sepasang kekasih’, kendatipun keduanya harus hidup berjauhan. Happy di Jakarta, sementara Tjok Gus di Bali. Tantangan juga hadir ketika keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

“Ketika dia sibuk dengan papan
surfing-nya, saya ngantuk. Ketika saya sedang asyik baca buku, dia yang ngantuk,” celetuk wanita kelahiran 4 Januari 1980 ini. 

Termasuk pula soal cara menjalani hidup. Tjok Gus yang terlihat sangat tenang dan tak banyak bicara mengaku menjalani hidup dengan konsep
‘go with the flow’. Di kutub yang berlawanan, Happy justru cenderung sangat terencana dan detail dalam melakukan berbagai macam hal.

“Yang namanya hidup ada yin dan yang. Kita saling melengkapi saja. Kalau terlalu sama, justru menurut saya akan lebih sering terjadi konflik, sementara kita justru jarang bertengkar. Kuncinya saling menerima dan mengerti sifat masing-masing saja” tutur Tjok Gus yang juga diamini Happy. 

Kendati menjalin kasih yang terpaut jarak dan karakteristik yang berbeda, diakui Happy tak ada drama pada masa pacaran dengan Tjok Gus selama kurang lebih 3 tahun. Semuanya mengalir dengan lancar. 

Diam-diam, Tjok Gus sudah menyiapkan cincin. Bahkan batu yang tersemat pada cincinnya tersebut sudah disiapkannnya sejak masa-masa awal pacaran. Yang dibutuhkan tinggalah nyali dan momen yang tepat untuk melangkah ke fase kehidupan yang berikutnya, pernikahan.

“Menunggunya memang agak lama, tapi saya menanti panggilan hati saja. Ketika itu saya sendiri dan saya pikir dia cocok sebagai pasangan hidup,
yah sudah saya siap,” kenang pria yang juga akrab dipanggil Max.

Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk akhirnya secara resmi menyandang gelar suami istri. Kendati berbeda budaya, ibunda Happy,
Alm. Iis Rohaeni, memberikan restunya untuk mereka berdua. Akhirnya, dengan diberlangsungkan di tiga tempat berbeda, Bali, Jakarta dan Sydney, Australia, Happy dan Tjok Gus pun mengikat janji sehidup semati pada Oktober 2010.


(Baca ke halaman selanjutnya)



BACA JUGA :
Kawan Tulola untuk Nusantara
Tjokorda Sri Maya Kerthyasa, Penjaga Resep Warisan Para Leluhur
11 Tahun Perjalanan Bisnis Happy Salma, Sri Luce-Rusna, dan Franka Franklin-Makarim



Topic

#HappySalma, #TjokGus

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?