Trending Topic
Waspada Hoax! Vaksin HPV Tidak Sebabkan Menopause Dini

1 Dec 2016


Foto: Fotosearch

Belum lama ini beredar kabar tentang vaksin Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebabkan menopause dini di media sosial. Kabar itu dibantah oleh Kementerian Kesehatan lewat keterangan resmi karena sempat meresahkan masyarakat.

Menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MOH, Dsc, hingga saat ini belum ada bukti kasus di dunia bahwa vaksin HPV dapat menyebabkan menopause dini. Vaksin HPV telah digunakan selama 14 tahun di puluhan negara di dunia untuk mencegah kanker mulut rahim, dan Indonesia sendiri belum menggunakannya.

Ketua Umum Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Prof. Dr. Andrijono, Sp.OG (K) juga membantah hal tersebut.  Menurut Andrijono, pemberian vaksin ini hanya menyebabkan efek samping ringan, yakni sakit atau bengkak di tubuh lokasi suntikan. Ringannya efek samping ini karena vaksin berisi kulit atau cangkang dari virus HPV.

Berdasarkan data klinis, pemberian vaksin HPV paling efektif di usia 9-13 tahun yaitu di kelas 5 dan 6 SD. Hal ini karena pada usia tersebut anak belum melakukan hubungan seks. Bila vaksin HPV diberikan di atas usia 13 tahun kurang efektif, karena kemungkinan infeksi sudah lebih dulu masuk.

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kasus kanker di Indonesia terjadi sebanyak lebih kurang 330.000 orang dengan kasus terbesar adalah kanker serviks atau kanker leher rahim. Sementara itu, data dari WHO Information Centre on HPV and Cervical Cancer menyatakan bahwa 2 dari 10.000 wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks.

Umumnya, menopause dialami saat seorang wanita berusia sekitar 51 tahun. Menopause dini terjadi bila wanita mengalaminya di bawah umur 40 tahun dan harus dipastikan dulu lewat serangkaian tes. Menopause dini bisa disebabkan oleh faktor genetik, jika seorang ibu mengalami menopause dini, maka anak perempuannya berisiko enam kali lebih tinggi mengalami hal yang sama.

Baca juga: Penyebab lainnya, kegemukan, kebiasaan merokok, kegagalan ovarium prematur, terapi radiasi dan kemoterapi di sekitar panggul, operasi pada ovarium, efek samping obat-obatan penyakit kronis yang menahun, tumor pada kelenjar pituitari dan hipotalamus serta gangguan psikis. Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan kelainan kromosom seperti sindrom Turner juga dapat menyebabkan menopause dini.
Gejala menopause dini umumnya serupa dengan menopause normal, seperti menstruasi tidak teratur. Selain itu, sering merasakan sensasi panas seketika (hot flushes) yang menyebar ke tubuh bagian atas.

Gejala lain yang mengikuti menopause dini, seperti vagina kering, kesulitan mengendalikan buang air kecil atau gangguan kandung kemih, dan kulit, mulut atau mata menjadi lebih kering. Gangguan emosi seperti mood yang buruk, merasa tidak tenang, depresi ringan, sulit tidur hingga berkurangnya gairah seksual juga terjadi pada sebagian wanita yang mengalami menopause. (f)
 

Rahma Wulandari


Topic

#VaksinHPV

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.