
Foto : pixabay
Tiga bulan sejak virus corona 2019-nCoV dikenal, sedikit demi sedikit semakin banyak yang diketahui dari virus penyebab COVID-19 ini. Dalam pernyataan terbarunya, Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, meski orang berusia lanjut mengalami akibat yang terberat, tapi orang berusia muda juga tidak luput dari akibat fatal.
Data dari berbagai negara dari hari ke hari menunjukkan orang berusia di bawah 50 tahun juga banyak yang mengalami gejala yang berat hingga harus dirawat di rumah sakit. Jadi jangan jumawa. Orang muda bukan berarti kebal. Tedros mengingatkan, virus ini dapat membuat orang muda dirawat di rumah sakit berminggu-minggu bahkan merenggut jiwa.
Ia senang banyak orang muda ikut menyebarkan kepedulian, bukan menyebarkan virus. Daya tahan tubuh yang lebih baik, memang bisa membuat orang yang lebih muda, tidak menunjukkan gejala yang parah, seperti demam tinggi, batuk, atau sesak, meski terinfeksi. Ketidakpedulian untuk tidak mematuhi sosial distancing bisa saja membuat orang muda yang tidak merasakan gejala namun sebetulnya telah terinfeksi, menjadi carrier dan menularkan pada banyak orang.
Baru-baru ini ditemukan satu gejala baru yang bisa jadi petunjuk COVID-19. Diketahui beberapa pasien kehilangan kemampuan untuk mencium bau dan menyecap rasa. Salah satunya, Rachel Mattews, aktris pengisi suara di Frozen 2. Dalam media sosialnya ia mengaku tak bisa mencium bau dan aroma apapun pada hari keempat setelah didiagnosa COVID-19. Ini juga dialami seorang pasien di Indonesia yang tidak menyadari kalau terifeksi awalnya. Setelah demam yang sempat ia rasakan turun setelah dua hari, indera penciumannya menghilang.
Dikutip dari telegraph, UK ENT (The British Association of Otorhinolaryngology) dan BRS (British Rhinological Society) kini memperingatkan mereka yang mengalami anosmia atau hyposmia, kehilangan kemampuan untuk mencium bau, untuk melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri.
Hal ini disadari setelah melihat bukti di Korea Selatan bahwa 30 persen pasien positif COVID-19 mengalami anosmia sebagai gejala utama, sementara gejala yang lain ringan. Ini juga dilaporkan di Tiongkok, Italia, Prancis, Iran, dan Amerika Serikat.
Hingga Senin (23/3/2020) pemerintah mengumumkan 579 kasus COVID-19 di Indonesia yang tersebar di berbagai provinsi. Dari jumlah itu, 49 pasien meninggal dunia, dan 30 pasien dinyatakan sembuh. (f)
Baca Juga:
Sistem Imun yang Baik Bantu Cegah Virus Corona. Ini 4 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Tes Cepat COVID-19 Sudah Dilakukan, Ini yang Perlu Anda Ketahui
3 Dokter Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Virus Corona, Pemerintah Distribusikan Alat Pelindung Diri untuk Tenaga Medis
Topic
#corona, #covid19


