
Foto: Pixabay
Saat ini program vaksinasi COVID-19 sudah berjalan, ditandai oleh Presiden Joko Widodo sebagai penerima perdana pada Rabu (13/1/2021) lalu di Istana Merdeka. "Pemerintah saat ini terus memastikan, paling tidak 70 persen populasi Indonesia menerima vaksin dalam 15 bulan kedepan," jelas Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 saat menyampaikan sejumlah pencapaian kepada media massa luar negeri dalam International Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (13/1/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Untuk program vaksinasi COVID-19 ini, Indonesia telah menerima 3 juta dosis vaksin siap pakai dari Sinovac dan 15 juta dosis bahan baku vaksin (bulk) Sinovac. Pemerintah Indonesia juga akan mengadakan 50 juta dosis vaksin Novava, 50 juta dosis vaksin Astra Zeneca, 50 juta dosis vaksin Prfizer dan vaksin dari skema kerjasama COVAC-GAVI sebanyak 54 juta dosis.
Meski program vaksinasi di Indonesia telah berjalan, efikasi vaksin Sinovac sebesar 63,5 persen di Indonesia - dibandingkan sejumlah vaksin sejenis dari produsen lain yang melakukan uji klinis di negara lain - masih menjadi pertanyaan banyak orang. Menjawab hal tersebut Prof Wiku menjelaskan bahwa vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakatnya dari ancaman pandemi COVID-19 dan demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.
"Kami telah menerima rekomendasi dari WHO (World Health Organization), bahwa nilai efikasi di atas 50 persen dapat diterima. Dan kita tahu, jika angka lebih rendah, tentunya orang yang akan divaksinasi akan lebih banyak jumlahnya. Dan itu saya kira adalah tantangan untuk berbagai negara di dunia termasuk Indonesia," kata Prof Wiku.
Pemerintah menurut Prof Wiku, akan terus memastikan bahwa program vaksinasi akan berjalan dengan baik, dan juga terus mengikuti hasil uji klinis vaksin COVID-19 di berbagai belahan dunia dengan beragam jenis vaksin.
Selain itu, demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia, Prof Wiku mengajak generasi millenia sebagai target vaksin COVID-19 untuk turut serta mensukseskan program vaksinasi COVID-19.
Meski demikian, selain vaksin, upaya pencegahan juga harus tetap ditingkatkan. Karena hal ini penting untuk menekan laju penularan COVID-19 di tengah-tengah masyarakat. Lebih lanjut, upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment akan dimasifkan.
Protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak hindari kerumunan juga harus tetap dilakukan dengan disiplin. Prof Wiku berharap generasi muda lewat tokoh-tokoh muda dapat menjadi contoh di tengah masyarakat. Hal ini menanggapi polemik di masyarakat tentang unggahan foto Raffi Ahmad di media sosial yang tampak berkumpul dan tidak menjalankan protokol kesehatan. Padahal pagi harinya ia baru saja mengikuti kegiatan vaksinasi nasional di Istana Negara dan menjadi salah satu orang yang menerima suntikan vaksin COVID-19 perdana di Indonesia. (f)

Baca Juga:
Siapa Saja Yang Tidak Bisa Menerima Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac?
Jokowi Sudah Divaksin, Kapan Giliran Kita? Cek Di Sini!
BPOM Sebut Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen, Apa Artinya?
Faunda Liswijayanti
Topic
#3m, #ingatpesanibu, #corona, #covid19, #vaksin




