Trending Topic
Terpilih Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, Indonesia Ingin Fokus Pada Perdamaian Wanita

16 Aug 2020


Dok. Unsplash



Setelah sebelumnya Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020, kini kabar gembira kembali terdengar dari organisasi pendukung perdamaian terbesar di dunia ini. Setelah masa jabatan tersebut hampir habis, Indonesia justru telah dipilih untuk menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB.

Melalui pesannya, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI, mengatakan bahwa dalam masa jabatannya ini, Indonesia akan mengusung tema Advancing Sustainable Peace, atau dalam arti kata lain berkeinginan untuk memajukan perdamaian yang berkelanjutan. 

"Agustus tahun ini merupakan bulan yang sangat spesial bagi Indonesia. Agustus tahun ini kita memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pada Agustus tahun ini, Indonesia juga memegang presidensi Dewan Keamanan PBB,’’ papar Retno dalam konferensi pers virtual Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Jabatan ini pun terasa lebih menantang, karena Indonesia harus mengemban tugas yang berat di tengah kondisi pandemi COVID-19. Pasalnya memang, saat ini atensi dunia masih terpusat pada penanganan pandemi. Namun Retno mengingatkan, kendati pandemi COVID-19 membuat banyak negara lebih fokus pada masalah kesehatan, tapi bukan berarti melupakan langkah-langkah untuk memajukan perdamaian.

"Karena perdamaian tetap merupakan prasyarat utama bagi kesuksesan kita menangani pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi," tambahnya lagi.

Sebenarnya, jabatan ini bukan pertama kalinya diemban oleh negara. Sebelumnya, ketika masih menjadi anggota tidak tetap, Indonesia juga sempat diberikan kepercayaan untuk menduduki posisi sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, pada Mei 2019, untuk kurun waktu satu bulan. 

Setidaknya ada tiga tugas utama Indonesia dalam mengemban posisi barunya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, yaitu membahas isu penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas, menjaga perdamaian di tengah pandemi, dan memberikan perhatian khusus pada kejahatan siber.

Namun selain itu, Indonesia juga memiliki target lain yang harus dikejar perihal isu persekusi, rehabilitasi, dan reintegrasi pada langkah-langkah penanggulangan terorisme, termasuk perdamaian perempuan.

"Terkait dengan women peace diverse (perdamaian perempuan), Indonesia ingin mendorong peningkatan jumlah women peace diverse, serta mendorong implementasi integrasi perspektif gender dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB," tambahnya. (f)



BACA JUGA :
Wanita-Wanita di Balik Proklamasi Kemerdekaan
Jan Ethes Curi Perhatian Di Peringatan Hari Kemerdekaan RI
Di Tengah Geliat Pariwisata yang Menurun, Bali Raih Predikat Destinasi Terpopuler di Asia 2020



 


Topic

#Indonesia, #HUTRI

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?