Trending Topic
Terkini, IDI Mencatat 647 Petugas Medis dan Kesehatan Wafat Akibat COVID-19

28 Jan 2021


Foto: Pixabay


Meski angka positif COVID-19 sudah lebih dari satu juta, namun Indonesia belum memasuki puncak pandemi. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama baik pemerintah maupun masyarakat. Agar angka penyebaran COVID-19 tidak naik drastis sehingga kekurangan fasilitas kesehatan dan membebani para petugas kesehatan yang sudah berjibaku sejak COVID-19 ditemukan di Indonesia pada Maret 2020. 

Tim Mitigasi IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada Rabu (27/01/2021) lalu, lewat rilis yang dikirimkan kepada femina, mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat COVID-19 sepanjang pandemi di Indonesia berlangsung mulai Maret 2020 hingga pertengahan Januari 2021. 

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dari Maret hingga pertengahan Januari 2021, terdapat total 647 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi COVID-19. Terdiri dari 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, dan 15 tenaga lab medik. 

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 161 dokter umum (4 guru besar), 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten). 

Jawa Timur menempati posisi pertama daerah dengan tingkat kematian tenaga media tertinggi dengan angka kematian 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga lab medik, 33 bidan. Di tempat ke dua, DKI Jakarta dengan angka kematian 43 dokter, 10 dokter gigi, 25 perawat, 2 apoteker, 3 tenaga lab medik, 7 bidan. Berikutnya ada Jawa Tengah dengan angka kematian 41 dokter, 2 dokter gigi, 27 perawat, 3 tenaga lab medik, 2 bidan dan Jawa Barat dengan angka kematian 33 dokter, 4 dokter gigi, 27 perawat, 6 apoteker, 1 tenaga lab medik, 13 bidan.   

Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia, dan 3 besar di seluruh dunia. Bahkan sepanjang bulan Desember 2020 hingga pertengahan bulan Januari 2021 mencatat 53 (lima puluh tiga) kematian tenaga medis. 

Dr Adib Khumaidi, SpOT, Tim Mitigasi PB IDI mengatakan menskipun program vaksinasi sudah mulai dilakukan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, hal ini hanya merupakan salah satu upaya pencegahan (preventif) dan kondisi ini tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tetap abai dalam menjalankan protokol kesehatan 5M; yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, Menjaga jarak, Membatasi Mobilitas, dan Menghindari Kerumunan.

Tim Mitigasi IDI juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan strategi testing secara serentak bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat menentukan diagnosa dini agar dapat tindakan segera bagi yang terkonfirmasi positif tersebut. 

“Situasi penularan COVID-19 saat ini sudah tidak terkendali, terutama karena aktifitas mobilitas masyarakat semakin meningkat. Testing ini dibutuhkan bukan hanya screening (penyaringan), namun juga tracing (penelusuran) dan evaluasi penyembuhan. Saat ini angka testing di Indonesia masih baru mencapai kurang dari 5 persen dari total populasi penduduk Indonesia," kata Dr Adib.

Tim Mitigasi IDI juga menghimbau pemerintah setempat dan pengelola fasilitas kesehatan untuk memberikan tes rutin untuk mengetahui status kondisi kesehatan terkini para pekerja medis dan kesehatan yang bertugas menangani pasien. (f) 


Baca Juga: 
Angka Positif COVID-19 Tembus 1 Juta, Menkes Ingatkan Masyarakat untuk Lebih Disiplin 3M
Sudah Divaksin Tapi Masih Kena Covid-19. Kok Bisa?
Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksinasi COVID-19

 


Faunda Liswijayanti


Topic

#3M, #IngatPesanIbu, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?