
Foto: Pixabay
Namun, benarkah suhu udara di Indonesia dapat mencapai hingga 40 derajat Celcius saat terjadi equinox? Apa sebetulnya yang dimaksud equinox?
Inilah fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa dan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Peristiwa itu tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Saat fenomena ini berlangsungdi luar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian Utara maupun Selatan.
Lewat keterangan pers hari ini (15/3) Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Yunus R. Swarinoto mengatakan bahwa warga tidak perlu khawatir dengan dampak dari equinox seperti yang beredar di chat group.
“Equinox bukanlah fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.”
Untuk saat ini, secara umum, kondisi cuaca di Indonesia cenderung masih lembap atau basah, dengan rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36°C. Meski demikian, di masa pancaroba seperti ini, masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi cuaca panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan diri dan lingkungan
Di Indonesia, equinox akan melintasi beberapa provinsi, mulai dari Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat dan berakhir di Pulau Telo Sumatera Utara. Tahun lalu, pihak BMKG merayakan fenomena equinox dengan perayaan titik kulminasi di Kabupaten Pasaman. Stasiun Geofisika Padang Panjang juga merayakannya dengan melakukan pengamatan sinar matahari. Perayaan tahunan fenomena equinox bahkan jadi salah satu ikon pariwisata Sumatra Barat. (f)
Baca juga:
5 Gangguan yang Disebabkan Cuaca Panas
Banjir: Masalah Kita Bersama
Topic
#Equinox


