Trending Topic
Tak Perlu Cemas Pada Fenomena Equinox dan Serangan Heatstroke, Ini Faktanya

15 Mar 2017


Foto: Pixabay
 
Beberapa hari ini, kata equinox tiba-tiba populer. Banyak orang cemas dengan berita yang beredar lewat pesan berantai bahwa suhu udara akan naik drastis pada tanggal 20 Maret. Dalam pesan tersebut, warga juga dianjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan saat tengah hari, hingga minum air putih sekitar tiga liter sehari untuk menghindari dehidrasi dan heatstroke atau sengatan panas. Gejala umum heatstroke di antaranya, mual, kejang, kebingungan, disorientasi, dan kadang-kadang kehilangan kesadaran atau koma. Sengatan panas ini dapat memicu komplikasi mematikan atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal lainnya.
 
Namun, benarkah suhu udara di Indonesia dapat mencapai hingga 40 derajat Celcius saat terjadi equinox? Apa sebetulnya yang dimaksud equinox?
 
Inilah fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa dan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Peristiwa itu tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Saat fenomena ini berlangsungdi luar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian Utara maupun Selatan.
 
Lewat keterangan pers hari ini (15/3) Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Yunus R. Swarinoto mengatakan bahwa warga tidak perlu khawatir dengan dampak dari equinox seperti yang beredar di chat group.
 
“Equinox bukanlah fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.”
 
Untuk saat ini, secara umum, kondisi cuaca di Indonesia cenderung masih lembap atau basah, dengan rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36°C. Meski demikian, di masa pancaroba seperti ini, masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi cuaca panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan diri dan lingkungan
 
Di Indonesia, equinox akan melintasi beberapa provinsi, mulai dari Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat dan berakhir di Pulau Telo Sumatera Utara. Tahun lalu, pihak BMKG merayakan fenomena equinox dengan perayaan titik kulminasi di Kabupaten Pasaman. Stasiun Geofisika Padang Panjang juga merayakannya dengan melakukan pengamatan sinar matahari. Perayaan tahunan fenomena equinox bahkan jadi salah satu ikon pariwisata Sumatra Barat. (f)
 
Baca juga:
5 Gangguan yang Disebabkan Cuaca Panas
Banjir: Masalah Kita Bersama


Topic

#Equinox

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?