Trending Topic
Tak Hanya Memecahkan 3 Rekor Dunia, WASI Ajak Masyarakat Menyelam Sambil Mengolah Sampah Plastik

5 Aug 2019


Dok. Wanita Selam Indonesia

 

Rekor dunia baru saja dicetak oleh Indonesia pada 1 - 3 Agustus kemarin di Manado, Sulawesi Utara. Tak hanya satu, tapi 3 rekor dunia bawah laut sekaligus berhasil dicetak di Pantai Manado, Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, yang diprakarsai oleh Wanita Selam Indonesia. Yaitu Rantai Manusia Terpanjang di Bawah Air, Penyelaman Massal Terbanyak dan Pembentangan Bendera Terbesar di Bawah Air, yang sudah diakui oleh badan pencatat rekor dunia, Guinness World Records.
 
Setidaknya butuh waktu satu tahun bagi Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI), Tri Tito Karnavian, dan timnya untuk bisa mempersiapkan acara pemecahan tiga rekor sekaligus ini.
 
Ketiga rekor ini merupakan hadiah ulang tahun ke 74 yang bisa kita persembahkan untuk Republika Indonesia yang kita cintai. Semoga tidak berakhir disini, tapi bisa menjadi motivasi kita untuk terus melakukan yang terbaik bagi negara dan bangsa,” paparnya.
 
Ia pun juga berharap bahwa dengan tercetaknya tiga sejarah ini dapat memotivasi lebih banyak orang untuk belajar menyelam.
 
“Kalau orang sudah diving dan melihat keindahan laut, tentunya dia mencintai laut dan otomatis akan terpanggil untuk menjaga laut Indonesia,” tambahnya.
 
Menjaga laut berarti artinya menjaganya dari sampah-sampah yang ada. Inilah yang pada akhirnya mendorong WASI untuk turut bekerja sama dengan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUP). Kedua organisasi ini membantu mengumpulkan dan mengolah sampah plastik yang ada di sekitar Pantai Manado, Kawasan Megamas, selama acara berlangsung.
 
Setidaknya ada 20 pemulung dari IPI yang terlibat dalam membantu memulung sampah yang ada di sekitar area pelaksanaan pemecahan rekor dunia ini diberlangsungkan. Setelahnya, sampah-sampah yang dikumpulkan ini akan didaur ulang oleh ADUP sehingga tak lagi tersisa residunya.
 
Memang, salah satu tujuan WASI dalam pengadaan acara ini juga untuk mendukung kegiatan menyelam sambil menjaga kelestarian alam.
 
“Inilah mengapa kita sambil menyelam sambil mengambil sampah dan mengedukasi masyarakat bagaimana memperlakukan sampah plastik. Kalau pakai plastik buang pada tempatnya, kemudian di daur ulang kembali dan tidak membuang sampah sembarangan,” cerita Tri Tito Karnavian.
 
Hal ini juga diapresiasi oleh aktor Hamish Daud yang juga terlibat sebagai peserta di pemecahan rekor dunia ini.
 
“Semakin banyak orang yang diving, semakin saya suka. Karena semua diver adalah pecinta laut yang akan menjaga terumbu karang, sampah plastik dan lain-lainnya. Ini akan membuat kita merasa lebih nyaman sama lauta kita sendiri,” cerita Hamish. (f)


BACA JUGA :
Ini 3 Rekor Dunia Bawah Laut yang Baru Saja Dipecahkan Indonesia
Hamish Daud Ikut Pecahkan Rekor Penyelam Massal Terbanyak di Dunia
Bisnis Sedotan Bambu yang Menjajikan dan Ramah Lingkungan

 


Topic

#sampahplastik, #rekordunia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?