
Dok. Antara / Akbar Nugroho
Setelah sebelumnya dikabarkan dirawat intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak tanggal 1 September 2019, Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga akrab dikenal BJ Habibie dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-83 tahun.
Disampaikan oleh Thareq Kemal Habibie, Presiden RI Ke-3 ini meninggal dunia pada pukul 18.03, Rabu, 11 September 2019. Ia mengatakan bahwa sang ayah meninggal dunia karena usianya yang sudah tua, sehingga sejumlah organ tubuhnya mengalami degenerasi. Terlebih lagi, masih menurut Thareq, sang ayah masih aktif beraktivitas sehari-hari yang menimbulkan masalah pada kesehatan jantungnya.
“Mohon dimengerti, Bapak itu agak sepuh. Sudah di atas 80 tahun. Beliau beraktivitas sangat tinggi sehingga Bapak suka lupa bahwa beliau itu 80-an. Karena otaknya masih jalan, tapi sesuai natural manusia badan kan enggak akan selalu mengikuti,” ujarnya.
Selama dirawat intensif sejak 1 September, Habibie ditangani oleh tim dokter spesialis di berbagai bidang keahlian seperti jantung, penyakit dalam hingga ginjal. Konon ada 44 dokter ahli kepresidenan yang membantu menangani pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936.
“Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi,” ujar Prof. dr. Azis Rani, Ketua Tim Dokter Kepresidenan, melalui keterangan resmi pada Senin, 9 September 2019.
Sebelumnya, Habibie juga dikabarkan sempat dirawat di Jerman karena mengalami kebocoran klep jantung dan kembali ke tanah air setelah kondisinya membaik.
Rencananya, Habibie dimakamkan tepat di sebelah makam mendiang istrinya, Ainun Habibie, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Makam ini pun telah dipersiapkan oleh sang mantan presiden sejak sang istri meninggal dunia di tahun 2010 lalu.(f)
BACA JUGA :
Mengantar Almarhumah Ani Yudhoyono ke Tempat Peristirahatan Terakhir
Marini Putri Habibie, Guru Memasak Raisa, Yang Punya Trik Ampuh Membuat Anak Melek Gizi
Film Rudy Habibie, Sejenius Tokoh Aslinya
Topic
#bjhabibie


