
Foto: Unsplash
Seiring menurunnya penularan COVID-19, sejumlah negara telah melonggarkan peraturan terkait karantina. Masyarakat mulai diperbolehkan bersosialisasi dan lakukan aktivitas di luar rumah.
Pemerintah yang cepat tanggap, fasilitas kesehatan memadai, dan masyarakat yang turut mendukung pemutusan mata rantai COVID-19 telah membuat negara-negara ini berangsur pulih. Bagaimana keadaan sejumlah negara yang telah ringankan social distancing? Inilah kisahnya.
1. Norwegia
Stabilnya kasus COVID-19 di Norwegia membuat negara ini mulai ringankan social distancing. Karena itu secara bertahap sarana pendidikan mulai dibuka, dimulai dari taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
“Masyarakat telah menunjukkan kesabaran dalam hadapi pandemi. Sudah saatnya kami membalas. Itulah mengapa kami berencana untuk membuka kembali Norwegia dan mengembalikan kehidupan normal,” jelas Erna Solberg, Perdana Menteri Norwegia.
Sekolah menengah mulai dibuka pekan ini, begitu pula sekolah mengemudi dan fasilitas olahraga. Sementara itu, mulai 1 Juni bar dan taman rekreasi akan dibuka. Pertengahan Juni, acara yang dihadiri lebih dari 200 orang sudah diperbolehkan, gym dan kolam renang juga dibuka untuk umum.
Diperkirakan hampir semua fasilitas umum beroperasi kembali pada 15 Juni.
“Pemerintah mengutamakan untuk normalkan kembali aktivitas anak-anak, lalu dunia kerja, setelah itu kegiatan lainnya,” tutur Solberg.
2. Jerman
Jerman juga mulai melonggarkan peraturan social distancing. Pembatasan kontak sosial masih berlaku hingga 5 Juni. Masyarakat pun masih harus menjaga jarak sejauh 1,5 meter dan mengenakan masker di tempat umum. Namun kini orang boleh berkunjung ke rumah orang lain atau mengadakan pertemuan.
Toko-toko dengan luas lebih dari 800 meter persegi dibuka kembali. Di musim panas, seluruh pelajar akan kembali ke sekolah.
Liga sepakbola Jerman, Bundesliga kembali bermain mulai 16 mei, namun dengan aturan ketat dan tanpa penonton. Ini merupakan Liga Eropa besar pertama yang beraksi. Jerman dianggap negara Eropa yang sukses menangani COVID-19. Tingkat kematian pasien COVID-19 di Jerman relatif lebih kecil negara Eropa lain.
“Saya pikir kita bisa mengatakan Jerman telah melewati fase kritis pandemi. Namun masih harus waspada karena kita masih berada di fase awal perubahan,” ujar Angela Merkel, Kanselir Jerman.
Lanjut ke halaman berikutnya.
Topic
#corona, #COVID-19, #socialdistancing, #lockdown


