Foto: Instagram @habibiecenterKabar duka datang dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta petang ini. Kali ini bukan hoaks, berita berpulangnya Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie, telah dikonfirmasi oleh putra beliau, Thareq Kemal Habibie.
"Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.05 WIB," ujar Thareq, Rabu (11/9/2019). Putra kedua Bj Habibie tersebut mengatakan kondisi ayahnya yang terus menurun karena usia sebagai penyebab.
Seperti diberitakan, Habibie dirawaat secara intensif dan ditangani tim dokter dengan berbagai spesialisasi di rumah sakit sejak 1 September 2019. Beberapa waktu lalu beliau sempat dikabarkan mengalami kebocoran klep jantung. Pria yang berulangtahun ke-83 tahun pada 25 Juni 2019 itu semasa hidupnya dikenal memiliki keahlian di bidang aeronautika. Berbagai penghagaan telah beliau raih.
Sempat kuliah di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik ITB, ia lalu melanjutkan kuliah teknik penerbangan di RWTH Aachen University, Jerman dan memilih mendalami konstruksi pesawat terbang. Lulus kuliah dengan prestasi gemilang, ia bekerja di sebuah perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bölkow-Blohm di Hamburg pada tahun 1965 hingga menjadi direktur teknologi.
Terpanggil untuk membangun Indonesia BJ Habibie memutuskan untuk kembali ke tanah air pada tahun 1978 dan memimpin PT Industri Pesawat Terbang Nusantara. Beliau memprakarsai pembuatan pesawat terbang pertama buatan Indonesia bernama N250 Gatot Kaca.
Berbagai penghargaan bergengsi pernah beliau raih, antara lain dari Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar di Jerman, Inggris, Swedia, Prancis, hingga Amerika Serikat. Habibie juga pernah mendapatkan Edward Warner Award dan Award von Karman, serta menjadi pemegang 46 hak paten di bidang aeronautika. Di Indonesia, penghargaan untuk Habibie dianugerahkan oleh ITB, yaitu Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.
Habibie tercatat sebagai penemu formula atau rumus penghitungan keretakan (crack) yang terjadi pada atom-atom pesawat terbang. Rumus itu pun disebut Habibie Factor atau Faktor Habibie.
Kejeniusannya membuatnya jadi idola banyak anak Indonesia. Bahkan namanya pernah disebut dalam syair salah satu lagu yang dinyanyikan, Joshua saat masih kecil. Dalam lagu berjudul Kapal Terbang yang Joshua nyanyikan bersama Tukul Arwana, ia menyebut nama Pak Habibie sebagai tokoh dengan profesi yang diidamkan.
Cita-citaku
Ingin jadi profesor
Bikin pesawat terbang
Seperti pak Habibie...
Kini sang profesor telah beristirahat selamanya.
Selamat Jalan Bapak BJ Habibie. (f)
Topic
#habibie, #bjhabibie, #september2019, #femina47




