Trending Topic
Membaca Zaman lewat Puisi

18 May 2016


Foto: CF

Waktu berlalu, tapi puisi akan selalu hidup mewakili setiap zaman. Hal itu tersirat saat acara peluncuran tiga buku pemenang Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2015 pada awal Mei di Jakarta. Norman Erikson Pasaribu, meraih posisi pemenang 1 dengan judul buku Sergius Mencari Bacchus. Pemenang 2 diraih Ni Made Purnama Sari, lewat buku Kawitan, dan Cyntha Hariadi jadi pemenang 3 dengan judul buku Ibu Mendulang Anak Berlari.

Joko Pinurbo, Mikael Johani, dan Oka Rusmini selaku juri menilai karya-karya pemenang memiliki intelektualitas yang mampu mengeksplorasi isu-isu sosial khas masa kini. “Jika zaman berganti nanti, puisi ini akan menjadi potret sejarah,” kata Mikael. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?