Trending Topic
Melek Perencanaan Keuangan Pribadi untuk Investasi & Proteksi

22 Jul 2023

 

Foto: dok. Freepik

Salah satu faktor yang menentukan kesuksesan bisnis dan ketahanan suatu usaha adalah pengetahuan finansial. Pengelolaan keuangan  ini merupakan skill yang cukup penting. Aspek keuangan merupakan napas atau sumber kehidupan pada suatu bisnis. Sayangnya, sebuah survei yang dilakukan oleh Intuit mengungkap, sebanyak 40% pelaku UMKM menganggap diri mereka tidak melek finansial. 

Menyadari pentingnya hal ini, topik keuangan juga diangkat dalam sesi mentoring di hari pertama DBS Treasures - Indonesia Womenpreneur Conference 2023, yang berlangsung Selasa-Rabu (11-12/7/2023) lalu di Multifunction Hall Plaza Indonesia, Jakarta Selatan. Berikut beebrapa point penting dari Sesi Mentoring yang membahas tentang Investasi & Proteksi bersama DBS Treasures yang perlu diketahui untuk merencanakan keuangan yang matang, baik itu untuk pelaku UKM ataupun untuk pribadi maisng-masing. 

Antara Bisnis dan Rencana Pribadi

Richa Simon, Treasures and TPC Customer Segmentation Head, mengatakan, selama ini, wirausaha hanya fokus pada bisnis. Bagaimana mengembangkan usaha, memperbesar skala produksi, meningkatkan omzet, dan sebagainya. Padahal, dalam praktiknya, ada sekian porsi yang harus dialokasikan untuk kebutuhan lain. Misal, kebutuhan keluarga, rencana pensiun, dan seterusnya. Financial planning atau personal wealth memang perspektifnya lebih ke mengembangkan kekayaan, bukan tentang mentoring bisnis atau keuangan bisnis secara umum. Namun demikian, hal ini tentu saling berkaitan. 
 
Richa Simon, Treasures and TPC Customer Segmentation Head. Foto: Muhammad Zaki

Pilihannya banyak, tergantung mau yang risiko rendah sampai yang risikonya tinggi. Risiko rendah, contohnya deposito. Dana berapa pun nanti akan mendapatkan bunga. Ada lagi jenis produk investasi berisiko rendah, yakni obligasi atau surat utang pemerintah. Kalau produk reksadana, harus dipahami ada market volatility

“Kami menyediakan solusi investasi, dalam bentuk deposito, obligasi, reksadana, produk asuransi, maupun produk lainnya.  Tujuannya adalah mau mengingatkan lagi, jangan hanya melihat dari sisi keuangan bisnis saja, tapi penting juga punya perencanaan keuangan untuk pribadi,” saran Richa. Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh para pelaku usaha adalah sering mencampurkan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Richa menyarankan, mulai sekarang, sebaiknya dipisah.  

Sesi yang berlangsung one on one, dipandu oleh tim Relationship Manager DBS Treasures ini, diikuti oleh 12 wanita wirausaha terkurasi, dari beragam latar belakang bisnis. “Kebanyakan UKM masih konservatif, hanya mengenal deposito. Literasinya belum merata,” demikian menurut pengamatan Richa. 
 

Ilustrasi Relationship Manager DBS Bank menjelaskan mengenai personal wealth. Foto:  Muhammad Zaki

Solusi yang Personal

Ia menambahkan, semenjak pandemi, banyak orang yang menggunakan media sosial untuk belajar investasi. Richa berkomentar, kenapa tidak datang ke bank yang memang bisa memberikan solusi dan juga advis. “Di DBS Treasures, ada Relationship Manager yang bisa membantu untuk mengetahui lebih jauh mengenai investasi, sekaligus memotret profil risiko Anda, sekaligus memberi saran Anda itu cocoknya berinvestasi seperti apa.”  Keunikan dari perencanaan keuangan adalah tidak ada satu formula pun yang bisa diterapkan secara sama ke setiap orang. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. “Tanggungannya berbeda-beda, dari sisi pendapatan dan kondisi keuangan juga beda. Tidak bisa disamakan.” 

Misal, ada pelaku UKM yang sudah membuat rencana pensiun. Richa berkomentar, “Setiap orang punya ekspektasi masing-masing soal pensiun. Ada yang ingin pensiun muda, ada yang lebih lama. Di DBS Treasures, kami sediakan solusinya. Kami bantu nasabah secara personalisasi sesuai kebutuhannya. Tidak ada one and service for all.” 

Kebutuhan proteksi kesehatan, semua orang harus punya. Misalkan sakit atau apa, itu butuh biaya. Financial freedom dimulai dari kita sendiri, pro aktif mencari informasi. 

Tidak hanya pelaku UKM secara umum, tapi juga khususnya kaum perempuan. Ada tuntutan dalam masyarakat kita, perempuan harus bisa mengelola keuangan keluarga. Baik dia bekerja, maupun tidak bekerja. “Saya sangat mendorong para perempuan untuk punya literasi finansial," tutup Richa. (f)

Ficky Yusrini (Kontributor)



Baca Juga: 
Kebangkitan UKM Perempuan Indonesia: Menguatkan Kinerja Bisnis UKM Dengan Belajar Trend dan Ilmu Baru
Empat Rahasia Sukses Perempuan Tangguh Pemimpin Usaha
Tantangan Kreativitas UKM Perempuan dan Peluang Ke Depan

 


Topic

iwc 2023, dbs treasures iwc 2023, melek finansial, literasi keuangan, UMKM, perencanaan keuangan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?