Trending Topic
Masih Ngeyel Nggak Mau Pakai Masker, Kenapa Ya?

25 Oct 2020


Foto: Freepik


Ketika pandemi COVID-19 bergulir, pemerintah di berbagai negara dan WHO menyarankan setiap orang yang berada di lingkungan yang terpapar COVID-19 untuk selalu menggunakan masker di ruang publik. Tujuannya tak lain untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus tersebut selama obat dan vaksin belum ditemukan.

Banyak orang yang sudah mengetahui keharusan memakai masker sebagai bagian dari protokol kesehatan 3M di era kenormalan baru. Survei yang dilakukan BPS tentang Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19 menunjukkan fakta yang cukup menarik. Sekitar 91,8% responden mengakui efektivitas penggunaan masker untuk mencegah risiko penyebaran virus COVID-19. Namun, mengapa masih saja ada orang yang ‘ngeyel’ menolak mengenakan masker saat keluar rumah.

Lihat saja data jumlah pelanggaran penggunaan masker di Jakarta sejak pemberlakuan PSBB mulai 14 September 2020, yang mencapai 21.285 orang dengan total denda yang dihimpun mencapai Rp 233 juta.

Lantas apa yang membuat orang menolak dan enggan mengenakan masker? Survei BPS menjawab hal ini, dimana lebih dari setengah responden berpendapat bahwa tidak ada sanksi menjadi alasan masyarakat untuk tidak menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker. Selain itu, kurangnya kesadaran penerapan protokol di masyarakat juga menjadi alasan orang tidak menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai masker.

"Saya tida suka saja ketika memakai masker, karena harus menutup wajah saya ketika bertemu dengan orang lain. Rasanya kok aneh dan risih ya,” ungkap Rina, ibu rumah tangga, ketika ditanya mengapa ia enggan memakai masker.

Lain lagi dengan Yani, seorang mahasiswi, yang justru merasa kewajiban memakai masker sebagai perintah, sehingga ia merasa tidaknyaman saat mengenakannya. "Saya rasa saya benci saja kalau disuruh-suruh pakai masker,“ tutur Yani.

Tidak hanya di Indonesia, penolakan mengenakan masker selama pandemi COVID-19 juga terjadi di negara-negara lainnya. Amerika Serikat misalnya, negara dengan angka COVID-19 mencapai 8,8 juta kasus, tertinggi di dunia, penolakan penggunaan masker disampaikan dalam bentuk unjuk rasa.

Seperti dilansir dari Medical Daily, informasi yang keliru, alasan politik, kepercayaan dan ketakutan telah mendorong beberapa penduduk di AS untuk menolak menggunakan masker penutup wajah meskipun sudah direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). 

Baca Selanjutnya: Berbagai Faktor Pendorong Orang Menolak Masker


Faunda Liswijayanti


Topic

#IngatPesanIbu, #3M, #satgas, #corona, #covid19, #feminamaskerchallenge, #masker

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?