Trending Topic
Pandemi COVID-19 Menyebabkan Jumlah Langkah Kaki Menurun dan Aktivitas Berbasis Olahraga Meningkat

18 Jun 2020



Dok. Pexels
 
Pandemi COVID-19 yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ternyata tak menyurutkan semangat warga dunia untuk tetap beraktivitas fisik. Walaupun aktivitas di luar rumah secara umum menurun, namun aktivitas berbasis olahraga ternyata meningkat di sejumlah negara, bahkan muncul aktivitas fisik tertentu yang makin digemari selama pandemi.

Garmin, brand navigasi GPS dan perangkat nirkabel menganalisis pengaruh pandemi COVID-19 terhadap aktivitas fisik atau olahraga pengguna brand tersebut di seluruh dunia. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan data aktivitas fisik pada April 2019 dengan April 2020. Hasilnya, terjadi perubahan aktivitas fisik selama pandemi COVID-19 sebagai berikut :
 
1. Penurunan jumlah langkah harian
 
Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan aktivitas fisik secara global dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini tercermin pada data yang menunjukkan penurunan langkah harian sebesar 12% di seluruh dunia pada bulan April 2020, jika dibandingkan dengan April tahun lalu.
 
2. Peningkatan jumlah langkah pada aktivitas berbasis olahraga
 
Walaupun penurunan jumlah langkah terjadi secara umum, namun langkah yang berfokus pada kegiatan olahraga menunjukkan hasil sebaliknya. Terjadi peningkatan langkah aktivitas olahraga sebesar 24% di seluruh dunia.
 
Peningkatan jumlah langkah tersebut terjadi karena kecenderungan masyarakat yang ingin mengatasi keterbatasan gerak di masa pandemi dengan berolahraga. Aktivitas ini meliputi kegiatan olahraga yang terukur, seperti walking, lari, indoor cycling, dan sebagainya.
 
3. Aktivitas yang populer saat pandemi
 
Pandemi COVID-19 menimbulkan perubahan pada jenis aktivitas fisik yang dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia. Secara umum, bersepeda dalam ruangan (indoor cycling) menjadi aktivitas fisik yang paling populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.
 
4. Aktivitas yang meredup selama pandemi
 
Karantina wilayah yang diterapkan di hampir seluruh negara berdampak pada penurunan beberapa jenis aktivitas fisik. Berenang menjadi kegiatan yang paling terpengaruh oleh pandemi. Masyarakat tak hanya mengurangi porsi berenang, namun benar-benar menghentikan aktivitas renang secara total.
 
Berdasarkan analisis data tersebut, disimpulkan bahwa “fitness is finding a way” atau fitness menjadi alternatif yang paling banyak dipilih, baik oleh atlet profesional maupun masyarakat dengan gaya hidup aktif. Saat pandemi berlangsung, masyarakat tidak menghentikan rutinitas berolahraga yang biasa dilakukan, tetapi mereka beradaptasi dan melakukan penyesuaian.(f)
 

 

BACA JUGA:
Prediksi Lonjakan Angka Kelahiran pada 2021, Masyarakat Dihimbau Ber-KB
Menyiapkan Masyarakat Aman COVID-19 dan Produktif
Salah Satu yang Berada di Garda Terdepan, LKBN Antara Lakukan ‘Rapid Test’ kepada Wartawan

 

 


Topic

#olahraga, #corona, #lari

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?