Trending Topic
Kisah Cinta dari Himalaya: Antara Seni, Lingkungan, dan Monogami

18 Apr 2016


Foto: AFP

Dalam kunjungan selama 7 hari di India dan Bhutan, Duke dan Duchess of Cambridge Pangeran William dan Kate Middleton disambut oleh Raja dan Ratu Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck (35) dan istrinya Jetsun Pema (25). Jika William dan Kate sering dianggap ikon kisah cinta fairy tale abad ini, maka kisah cinta Raja dan Ratu Bhutan tidak kalah romantis dari William dan Kate. Pasangan ini bahkan kerap disebut-sebut sebagai fairy tale dari Himalaya.  

Cinta Sejati di Usia Dini
Raja Khesar adalah raja termuda di dunia. Saat menaiki tahta di tahun 2008, dia baru berusia 28 tahun. Meski ia didukung penuh oleh rakyatnya, Raja Khesar mempercayakan pemerintahan negeri pada Perdana Menteri. Di Bhutan, ada program yang unik. Raja Khesar dan pemerintahan meluncurkan Department of Happiness, yang tugasnya bertanggung jawab mengurus tingkat kepuasan dan kebahagiaan warga Bhutan. Raja percaya, kebahagiaan warga adalah tujuan utama, bukan kekayaan negeri.

Raja Khesar amat dicintai dan dihormati oleh rakyatnya. Sebelum menjadi raja, ia pernah menempuh perjalanan berjalan kaki selama 26 hari, trekking, mendaki gunung, mengunjungi desa-desa terpencil,  demi untuk menyapa para warganya yang tinggal di pelosok. Tidur di tenda, menahan dingin dan diterpa badai salju, dan makan apa adanya. Salju tebal yang menghadang, tak menyurutkan niatnya untuk meneruskan perjalanan.

Pintar, berpembawaan tenang dan baik hati, membuatnya dicintai oleh rakyatnya. Raja Khesar bertemu dengan Jetsun di kala usianya 17 tahun. Saat itu, ia sedang berpiknik. Pilot kerajaan yang menemaninya, membawa anak perempuannya, yang tak lain adalah Jetsun, yang kala itu masih berusia 7 tahun. Selama beberapa jam kebersamaan mereka, pangeran mahkota terpikat pada lukisan Jetsun yang memang berbakat melukis. Sebelum berpisah, raja mengatakan pada Jetsun kecil, “Kelak nanti saya dewasa, dan kamu juga sudah dewasa, kita masih sendiri, saya ingin kamu jadi istri saya,” ujar Khesar pada Jetsun.

Berjiwa Seni
Kecintaan dan passion pada seni menyatukan keduanya. Khesar muda yang sempat mengenyam sekolah di Wheaton College, Amerika Serikat, lalu meneruskan pendidikannya untuk belajar hubungan internasional di Universitas Oxford, Inggris, adalah peminat seni. Begitupun Jetsun, di usia 15 tahun dikirim oleh kedua orang tuanya untuk belajar hubungan internasional, psikologi, dan sejarah seni di Regent's College Inggris.
 
Raja Khesar menepati janjinya untuk menikahi Jetsun. Ketika keduanya menikah, di tahun 2011, Raja Khesar mengatakan, “Saya telah menunggu cukup lama untuk menikah, tapi penantian itu tidak masalah selama bisa menikah dengan orang yang tepat,” kata Raja yang ketika menikah berusia 31 tahun dan Jetsun berusia 21 tahun. “Saya yakin saya menikah dengan orang yang tepat. Dia adalah orang yang mempesona, pintar, kami punya banyak kesamaan, dan sama-sama punya passion di dunia seni,” tutur Raja Khesar.  
 
Raja Khesar juga menyatakan bahwa Jetsun akan menjadi satu-satunya wanita yang dia nikahi, hal ini berbeda dengan ayahnya yang punya 4 istri, sebuah tradisi yang diizinkan di Bhutan.

Sang raja tak sungkan-sungkan untuk memamerkan kemesraan dengan istrinya. Seringkali, dalam kunjungan kerajaan, mereka terlihat bergandengan tangan. Itulah kebiasaan mereka sejak masa pacaran, yang masih mereka lakukan hingga sekarang. Konon, kebiasaan ini ditiru oleh kaum muda di Bhutan.

Perayaan dengan Menanam Pohon
Pasangan ini juga pemerhati lingkungan. Mereka aktif dalam kegiatan penanaman pohon dan pelestarian lingkungan. Dalam kebahagiaan menyambut kelahiran putra mereka, Pangeran Gyalsey, Februari lalu, masyarakat pun merayakannya dengan menanam 108 ribu pohon di penjuru negeri. Selamat!
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?