Trending Topic
Jangan Anggap Sepele, Angka Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Kembali Naik Lagi

14 Jun 2021


Foto: Unsplash

Angka kasus positif COVID-19 mengalami kenaikan lagi dalam beberapa hari terakhir. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat ada penambahan kasus harian baru sebanyak 9.868 orang per Minggu, (13/6/2021) pukul 12.00 WIB. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Maret 2021. Dengan demikian jumlah pasien bertambah menjadi 1.911. 358 kasus.

Pertambahan kasus tersebut terjadi setelah beberapa daerah diketahui mengalami lonjakan kasus COVID-19 pasca libur lebaran. Lonjakan tersebut bahkan diperkirakan baru akan mencapai puncaknya pada akhir Juni nanti.

Salah satu wilayah dengan penambahan kasus yang tinggi adalah Kudus. Daerah itu masih menjadi sorotan sebab pasca Lebaran, akibat lonjakan kasus COVID-19 hingga 7.594 persen. Celakanya, dari kasus tersebut diitemukan varian virus corona B.1.617 asal India. Kondisi diperparah pula dengan banyak tenaga kesehatan yang ikut terpapar.

Mengutip Kompas.com, kasus Kudus ini menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, diakibatkan karena banyaknya pekerja migran yang kembali ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan laut. Kini ada kekhawatiran jika kasus akan menyebar di daerah di sekitar Kudus atau di provinsi di luar Jawa Tengah.

Lonjakan serius kasus COVID-19 juga mengancam Ibukota negara. Jumlah penularan kasus selalu di atas 2.000 dalam empat hari terakhir yang dimulai pada Kamis (10/6/2021). Sementara data harian per 13 Juni 2021 mencatat ada penambahan kasus sebanyak 2.769. Padahal sebelumnya Lebaran, angka kasus harian cukup terkendali dengan rata-rata di bawah 1.000 per harinya. Data ini pun menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta perkantoran untuk memperketat kebijakan Work From Home sebanyak 50 persen.

Seperti diberitakan Kompas.com, langkah tersebut diambil karena menurut Anies saat ini wilayah DKI Jakarta memasuki fase genting penyebaran COVID-19. Selain itu ia juga meminta fasilitas hiburan, kafe, restoran, dan rumah makan juga mengikuti ketentuan maksimal kapasitas pengunjung 50 persen. Anies pun mengingatkan pula supaya masyarakat umum juga mengurangi aktivitas di luar rumah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito mengungkapkan kalau pemerintah akan menerapkan 6 strategi menghadapi situasi terkini pandemi COVID-19.

Pertama adalah mengoptimalkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pengendalian COVID-19 mulai dari pemerintah pusat hingga ke tingkat RT RW dengan bantuan TNI dan Polri.

Langkah selanjutnya yakni meningkatkan disiplin protokol kesehatan serta pembatasan mobiltas dan aktivitas masyarakat. Strategi ketiga dilakukan dengan meningkatkan jumlah testing dan tracing pasien COVID-19 serta meningkatkan perawatan terhadap pasien.

Lebih lanjut, dalam pemaparannya di kanal Youtube BNPB, Minggu (13/6/2021) ia juga menyebut jika akan memastikan ketersediaan tempat tidur rumah sakit, obat, hingga alat kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19.

Startegi kelima, Ganip meminta dilakukan pengetatan dan pemantauan pelaksanaan PPKM mikro di seluruh daerah. Terakhir, pemerintah akan mulai mengantisipasi potensi kenaikan kasus COVID-19 menjelang periode libur Hari Raya Idul Adha. (f) 


Baca Juga: 
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Ibu Kota, Tower 8 Wisma Atlet dan Tower 5 Rusun Nagrak Dibuka Untuk Isolasi
Pemprov DKI Jakarta Mulai Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas
Soal Sekolah Tata Muka Terbatas, Kemendikbud Ristek Wajibkan Penerapan 5 Prokes Ini

 


Topic

#Covid-19, #DKIJakarta, #VirusCorona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?