Trending Topic
Insiden Pembacokan Hermansyah dan Irina Ustinova, Waspadai 8 Modus Kejahatan di Jalan Raya Ini

16 Jul 2017

Foto: Fotosearch

Kasus kejahatan di jalan raya kembali menarik perhatian. Sepekan terakhir kasus pembacokan pakar telematika, Hermansyah yang sedang berkendara dengan istrinya, Irina Ustinova, wanita asal Rusia di jalan tol Jagorawi pada Minggu (9/7) lalu menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Minggu dinihari itu, mobil Hermansyah diserempet oleh dua mobil dan seolah mengajak rebut hingga Hermansyah akhirnya mengejar salah satu mobil. Lalu, muncul mobil lain yang memberi tanda lewat klakson dan minta jalan pada Hermansyah.

Saat Hermansyah ingin keluar mobil, sekitar 4-5 orang pelaku dari dua mobil terakhir telah mengepungnya.
Terlepas dari berbagai dugaan atas penyebab insiden tersebut, situasi serupa bisa terjadi kapan saja pada setiap pengemudi di jalan raya. Kewaspadaan dan kemampuan untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing modus kejahatan menjadi hal utama.

Femina merangkum beberapa modus kejahatan di jalan raya dari situs resmi Divisi Humas Mabes Polri dan beberapa sumber lain. Ini yang perlu Anda waspadai.

1/ Perampokan atau pencurian dengan joki 3-in-1
Waspadalah saat memasukkan orang asing ke dalam kendaraan Anda, apalagi menyewa joki lebih dari satu orang. Hal ini bisa meningkatkan risiko tindakan kejahatan.

2/ Menebar paku di jalan raya
Kendaraan terpaksa berhenti karena ban mobil bocor atau kempis. Saat pemilik mobil keluar, para pelaku akan merampok atau merampas barang-barang berharga.

Jika ini terjadi pada Anda, berhentilah di tempat ramai atau bengkel. Jangan lupa kunci mobil saat turun untuk cek kondisi ban mobil tersebut.
 
3/ Melempar telur pada kaca kendaraan

Pecahan telur yang lengket di kaca mobil bisa mengaburkan pandangan pengemudi. Usahakanlah berhenti di tempat ramai dan kunci pintu mobil saat akan membersihkan telur dari kaca mobil.

4/ Menabrakkan atau menyerempet kendaraan

Setelah menabrakkan kendaraan mereka, Anda akan spontan berhenti atau diminta turun oleh pelaku untuk mengecek kondisi akibat kecelakaan, baru pelaku merampas barang atau mobil.

Agar terkesan seperti kecelakaan, biasanya pelaku tidak menabrak secara langsung, bisa hanya menyerempet atau menabrak bumper saja.

5/ Memotong Laju Kendaraan di Jalan Tol
Pelaku biasanya mengaku sebagai polisi yang bertugas memeriksa dan menangkap penjahat. Jika Anda terpancing keluar dari mobil, pelaku akan merebut mobil.

6/ Memberi Kode
Jangan mudah terpancing keluar saat ada pengemudi lain memberi kode pada Anda saat di jalan tol. Sebaiknya segera hubungi petugas jalan tol atau tunggu ada petugas lewat.

Kode yang diberikan biasanya kode umum seperti isyarat tangan menunjuk ke mobil Anda seolah-olah ada ban kempes.

7/ Memancing Keributan
Pelaku memancing pengemudi lain keluar dari mobil dengan menjatuhkan barang agar terlindas mobil di belakangnya. Lalu, ia seolah-olah mengejar mobil itu untuk meminta pertanggungjawaban.

8/ Jebakan di Tempat Parkir Rest Area
Pelaku biasanya memilih calon korban pengemudi yang sendirian di mobil. Pelaku bisa memasang rangkaian kaleng bekas yang diikatkan ke mobil di tempat parkir. Kaleng-kaleng ini akan jatuh dan terseret beberapa waktu setelah Anda keluar dari rest area.

Jika ini terjadi, jangan buru-buru turun untuk memeriksa suara aneh di belakang mobil Anda. Bisa jadi sudah ada mobil lain di belakang Anda dan siap merampas mobil saat Anda turun. (f)

Baca juga:
Kisah Tragedi Pulomas: Berdamai dengan Trauma Setelah Kehilangan Besar
Insiden Perampokan di Pulomas dan 6 Cara Membantu Anak yang Terpapar Kekerasan


Rahma Wulandari


Topic

#Kejahatan

 

polling
Uang Elektronik

Belakangan ini segala transaksi dilakukan secara nontunai. Yap, bisa dibilang kini kita bergantung pada uang elektronik (seperti Flazz - BCA, e-money - Mandiri, hingga BRIZZI - BRI) untuk pembayaran transportasi online, makan di restoran, hingga tol.

Berapa jumlah uang elektronik yang Anda miliki?