Trending Topic
Hindari Penyiksaan Terhadap Hewan, Trip Advisor Hentikan Penjualan Tiket ke Objek Wisata Tertentu

18 Oct 2016


Foto: Fotosearch
 
Ingin traveling ke tempat yang memiliki atraksi wisata menunggangi gajah? Atau, berenang dengan lumba-lumba? Berfoto dengan harimau? Atau menyaksikan akrobat ikan paus? Disarankan tidak memesan tiketnya melalui TripAdvisor lagi.
 
Salah satu situs traveling terbesar di dunia itu, melalui rilis media pada 11 Oktober 2016, menyatakan akan menghentikan penjualan tiket untuk atraksi-atraksi wisata yang melibatkan hewan-hewan langka dan/atau yang sengaja ditangkap. Penghentian ini disebutkan sudah dilakukan pada beberapa obyek wisata dan akan berlangsung secara bertahap hingga benar-benar berhenti pada awal tahun 2017.
 
Penghentian ini dilakukan semakin hari makin banyak laporan atau berita-berita mengenai perlakuan sewenang-wenang atau penyiksaan terhadap binatang pada industri pariwisata, yang dilakukan demi perolehan keuntungan semata. Contohnya, mengenai atraksi berburu banteng, berburu singa di alam liar, pemeliharaan tidak berkualitas pada akuarium, pemaksaan hewan untuk beratraksi pada sirkus, berenang bersama lumba-lumba yang menyebabkan hewan tersebut stres, menunggang gajah yang kelelahan atau sakit, festival makan daging anjing, dan sebagainya.
 
“Kebijakan-kebijakan baru ini merupakan upaya TripAdvisor untuk membantu memperbarui standar kesehatan dan keselamatan hewan, terutama di tengah industri wisata yang kurang mengatur mengenai peraturan perlindungan tersebut,” jelas presiden dan CEO TripAdvisor, Stephen Kaufer.
 
 Bukan berarti TripAdvisor akan menjauhi wisata yang melibatkan hewan sama sekali. Program pendidikan yang dibuat merupakan penghargaan kepada destinasi,  atraksi, dan organisasi yang justru mampu memberikan perlakuan dan perlindungan terhadap kehidupan hewan.
 
“Kebijakan TripAdvisor ini juga bermaksud membantu mengedukasi jutaan traveler membuat pilihan dan review yang tepat mengenai atraksi hewan yang akan dikunjunginya,” tambah Stephen.
 
Memang, ada beberapa pengecualian, bahwa TripAdvisor masih akan menyediakan tiket untuk beberapa atraksi berikut:
  • Hewan domestik, seperti menyentuh hewan-hewan jinak seperti kelinci.
  • Kolam sentuh pada akuarium yang bertujuan mengedukasi pengunjung dengan pengawasan dari pihak kebun binatang, akuarium, dan/atau petugas pengawas lingkungan.
  • Pemberian makan pada hewan liar dengan dengan pengawasan dari pihak kebun binatang, akuarium, dan/atau petugas pengawas lingkungan.
  • Program kerja suka rela untuk memelihara hewan langka pada kebun binatang, akuarium, atau suaka margasatwa.
 
 Kebijakan baru TripAdvisor ini mendapat sambutan baik dari berbagai organisasi lingkungan dan perlindungan hewan.
 
“Kami menyambut positif usaha TripAdvisor untuk mengedukasi penggunanya mengenai pentingnya kesejahteraan hewan,” sebut Director of Destinations and Sustainability, ABTA-Travel Association, Nikki White.
 
Sedangkan, Executive Vice President PETA, Tracy Reiman, menyebut bahwa TripAdvisor telah membuat satu langkah maju dengan menghentikan penjualan tiket pada bisnis wisata yang menggunakan hewan sebagai hiburan atau permainan semata.
 
“Kebijakan ini merupakan suatu pernyataan untuk menghentikan penggunaan dan penyiksaan hewan demi kepentingan (dan keuntungan) hiburan semata.”
 
Dan, CEO Global Wildlife Conservation, Wes Sechrest, menyebutkan apa yang dilakukan oleh TripAdvisor akan mendorong orang untuk memilih mengunjungi destinasi wisata yang mengutamakan kesejahteraan dan keselamatan hewan di alam liar, seperti taman nasional atau tempat konservasi hewan yang berkualitas. Semoga! (f)


Baca juga:


Topic

#perlindunganhewan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?