Trending Topic
Catat! Ini Prosedur Layanan Telemedisin Gratis Bagi Pasien Isoman Terkonfirmasi Omicron

27 Jan 2022

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan jumlah pasien positif COVID-19 varian Omicron terus bertambah menjadi total 1.988 orang per Kamis (27/1/2022) dengan pasien varian omicron meninggal berjumlah tiga orang. 

Satu kasus kematian baru, pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta Barat pada 20 Januari 2022. Pasien berusia 78 tahun dengan riwayat penyakit jantung, namun sudah divaksin COVID-19 sebanyak tiga kali atau sudah mendapatkan vaksin booster.

Budi merinci dari jumlah 1.988 pasien terkonfirmasi Omicron, 854 orang masuk ruang perawatan di rumah sakit dengan rincian 86 orang masih dirawat dan 765 orang sembuh. Untuk angka kematian bertambah satu menjadi tiga orang.

“Dari 854 orang yang pernah dirawat tercatat 461 orang tanpa gejala, 334 gejala ringan, 54 gejala sedang, dan 5 gejala berat. Sekitar 795 dari 854 itu masuk kategori asimptomatik atau OTG. Jadi, sebenarnya yang perlu masuk rumah sakit adalah yang 59 itu (gejala sedang dan berat) atau sekitar 7 persen dari yang dirawat," rinci Budi.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron yang tidak ada gejala, bisa menjalani perawatan di rumah saja atau isoman. Termasuk untuk pasien dengan gejala ringan seperti batuk, sedikit demam, pilek itu juga tidak perlu di rumah sakit, bisa dirawat di rumah sendiri.
 

Cara Akses Layanan Telemedisin Gratis Saat Isoman


Guna mengantisipasi peningkatan angka kasus COVID-19 di Indonesia dan membantu pasien isoman, Kementerian Kesehatan RI menyediakan layanan telemedisin Isoman (Isolasi Mandiri) bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron. Melalui layanan tersebut pasien bisa mendapatkan layanan telekonsultasi dan paket obat gratis. Layanan gratis ini dapat diakses melalui https://isoman.kemkes.go.id/.

“Sasaran layanan telemedicine Isoman perawatan Omicron adalah bagi pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan, berusia minimal 18 tahun, kondisi rumah layak Isoman, Diperiksa di wilayah Jabodetabek, Berdomisili di Jabodetabek,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (17/1).

Adapun paket obat gratis yang didapatkan pasien dari layanan telemedisin isoman ini berupa Paket A untuk pasien tanpa gejala, terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet dan Paket B untuk pasien bergejala ringan terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, Favipiravir 200mg 40 kapsul, atau Molnupiravir 200 mg – 40 tab dan parasetamol tablet 500mg _(jika dibutuhkan). 

Menurut dr. Nadia paket obat disesuaikan dengan resep dari salah satu dari 17 layanan telemedicine. Obat di luar paket ditebus dan dibayarkan di luar layanan telemedicine Isoman.

Saat ini Kemenkes telah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine, yaitu Aido Health, Alodokter, GetWell , Good Doctor, Halodoc, Homecare24, KlikDokter, KlinikGo, Lekasehat, LinkSehat, Mdoc, Milvik Dokter , ProSehat, SehatQ, Trustmedis, Vascular Indonesia, YesDok. 

Berikut prosedur untuk memperoleh layanan telemedisin Isoman tersebut:

  1. Pasien harus melakukan tes PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.
  2. Jika hasilnya positif dan laboratorium penyedia layanan tes COVID-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR), maka pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis. Namun, apabila tidak mendapatkan WA pemberitahuan, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id.
  3. Setelah dapat WA pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara Daring dengan dokter di salah satu dari 17 layanan telemedicine. Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.
  4. Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien dan resep dapat ditebus melalui https://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat. “Hanya pasien dengan kategori Layak isoman (dengan kondisi tanpa gejala atau ringan), yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis,” pungkas dr. Nadia. (f) 

Baca Juga: 
Antisipasi Potensi Puncak Kasus Omicron pada Februari
Kasus Omicron Capai 414 Orang, Ini 7 Langkah Pencegahan Rekomendasi WHO
Ini Syarat Penerima Vaksinasi Booster COVID-19

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#covid19, #telemedisin, #obat, #corona, #pandemi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?