
Foto: Shutterstock
Jika tidak ada halangan, pemerintah rencananya akan memberikan suntikan vaksin booster mulai esok, Rabu (12/1/2022). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers mengatakan, vaksin booster akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.
Hal ini sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), vaksin booster akan diberikan ke penduduk usia di atas 18 tahun. "Vaksinasi booster ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” ujar Menkes.
Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki Hadinegoro, dalam konferensi pers bersama BPOM terkait Penerbitan Izin 5 Vaksin Booster pada Selasa (10/1/2022) menjelaskan ada tiga alasan utama mengapa vaksin booster dibutuhkan.
“Pertama, antibodi menurun dalam 6 bulan pasca vaksinasi dan bersamaan dengan unculnya varian-varian baru. Kedua, belum diketahui kapan berakhirnya pandemi yang membuat masyarakat harus punya imunitas yang tinggi dan alasan yang terakhir adalah equity, dalam arti semua orang berhak mendapatkan akses pada vaksin di seluruh provinsi,” kata Sri Rezeki.
Bagaimana pandangan World Health Organization (WHO) mengenai vaksin booster? Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi WHO, Dr. Katherine O’Brien, seperti dilansir dari laman covid19.go.id mengatakan harus dibedakan terlebih dahulu apa yang dimaksud ketika menyebutkan vaksin booster.
“Apa yang sebenarnya kita bicarakan sekarang adalah apakah perlu mendapatkan dosis ketiga, jika Anda sudah menerima dua dosis pertama?,” kata Kate.
Ia menambahkan bahwa beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dosis tambahan dapat Meningkatkan imunitas tubuh, tapi semua itu perlu dikaji lebih dalam lagi.
Wanita ahli vaksin yang memiliki spesialisasi dalam bidang epidemiologi pneumokokus ini pun menyebutkan tiga alasan kenapa dibutuhkan vaksin booster:
1. Jika tubuh tidak merespons
Jika Anda termasuk dalam kategori orang yang tidak merespons secara memadai dua dosis pertama yang Anda terima, kami memiliki beberapa informasi bahwa untuk orang dengan gangguan kekebalan, mungkin perlu menerima dosis ketiga karena dua yang pertama tidak melakukan apa yang mereka lakukan pada orang normal dan sehat.
2. Waktu kekebalan
Jika seiring waktu kekebalan yang Anda terima dan capai sebagai hasil dari vaksinasi mulai berkurang, mulai memburuk atau turun seiring waktu mungkin untuk diberikan vaksin ketiga.
3. Kinerja vaksin
Alasan ketiga kemungkinan diberikan dosis ketiga adalah jika kinerja vaksin kurang atau tidak memadai terhadap beberapa varian kekhawatiran yang muncul.
Kate menambahkan ada hal lain yang turut diperhatikan dalam pemberian vaksin booster ini, yaitu keamanan. “Pemberian dosis ketiga perlu dipantau untuk masalah keamanan, dan kami ingin melihat database keamanan sebelum kami membuat rekomendasi semacam itu. Dan bukti itu juga sedang dibangun, tapi kita belum sampai di sana,” jelasnya.
Menurut Kate, fokus utama adalah pasokan untuk melindungi orang-orang yang belum terlindungi sama sekali oleh vaksin. Dimana hal ini akan mengurangi penularan, dan akan mengurangi kemungkinan lebih banyak varian muncul.
Di Indonesia sendiri, program vaksinasi sudah dilakukan sejak Januari 2021, sehingga diperlukan pemberian vaksinasi booster untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi COVID-19.
Sesuai dengan rekomendasi WHO, pemberian vaksin booster/dosis lanjutan yang akan dirancang oleh pemerintah dengan pemberian yang diutamakan untuk populasi yang berisiko tinggi yaitu lansia, tenaga kesehatan, dan kelompok individu yang memiliki masalah sistem imun/kekebalan (immunocompromized). (f)
Baca Juga:
BPOM Terbitkan Izin 5 Vaksin untuk Booster, Berikut Aturan Penggunaannya
Indonesia Masuk 5 Besar Negara dengan Cakupan Vaksinasi COVID-19 Terbanyak di Dunia
Kasus Omicron Capai 414 Orang, Ini 7 Langkah Pencegahan Rekomendasi WHO
Faunda Liswijayanti
Topic
#vaksin, #booster, #covid19, #pandemi, #corona




