Trending Topic
Agar Keamanannya Terjaga, BPOM Terus Kawal Distribusi Vaksin COVID-19

31 Jan 2021


Foto: Pexels


Pada Rabu (27/01/2021), selang 14 hari setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama, Presiden RI Joko Widodo menerima dosis kedua. Acara yang digelar di halaman Istana Kepresidenan ini juga diikuti oleh perwakilan dari tenaga kesehatan, TNI, POLRI, pemuka agama, guru, anak muda, pengusaha, buruh, dan pedagang yang juga sudah menerima dosis pertamanya 2 minggu yang lalu.

Proses vaksinasi COVID-19 akan terus berjalan hingga setidaknya 15 bulan ke depan. Presiden kembali mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi harus berjalan seiring dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, agar pandemi lekas usai.

Program vaksinasi COVID-19 dimulai setelah vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac Life Sciences Co., Ltd, Beijing, China bekerja sama dengan PT. Bio Farma mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan POM. 

Artinya, vaksin tersebut telah melalui serangkaian proses evaluasi yang dilakukan oleh Badan POM bersama dengan para ahli di bidang vaksin terhadap keamanan, khasiat dan mutu vaksin sebelum digunakan oleh masyarakat. Evaluasi yang dilakukan oleh Badan POM bersama dengan para ahli berdasarkan data-data hasil uji klinik yang telah dilakukan pada vaksin tersebut untuk memberikan data keamanan dan khasiat vaksin serta data mutu dan proses produksi vaksin.

Saat ini, setelah program vaksinasi dimulai, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Komite Nasional/Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda PP KIPI), BPOM melakukan analisis kasualitas jika terjadi keluhan medis yang dirasakan masyarat setelah dilakukan vaksinasi. Jika ada dugaan kuat, KIPI dipengaruhi oleh produk vaksin, maka Badan POM melakukan sampling dan pengujian, serta mengambil langkah-langkah investigasi yang diperlukan sesuai prosedur.

Yang juga tak kalah penting dalam program vaksinasi COVID-19 ini adalah distribusi vaksin, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Untuk itu, Badan POM terus melakukan pengawalan di setiap jalur distribusi, mulai keluar dari industri farmasi hingga digunakan dalam pelayanan vaksinasi kepada masyarakat. 

Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) harus dilakukan di sepanjang jalur distribusi, terlebih juga karena vaksin ini bersifat thermolabile, yang membutuhkan penjagaan rantai dingin yaitu suhu 2-8oC. Penjagaan suhu penyimpanan dan pengiriman vaksin COVID-19 ditujukan untuk mencegah terjadinya penurunan mutu vaksin yang mengakibatkan vaksin menjadi tidak bermanfaat.

Dalam pengelolaan vaksin, hal yang paling kritikal adalah bangunan dan fasilitas yang digunakan dalam operasional mengingat vaksin adalah produk rantai dingin yang harus dipertahankan mutunya pada suhu penyimpanan 2-8oC atau suhu yang dipersyaratkan,” kata Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI saat konferensi pers usai melakukan pemeriksaan dalam rangka kesiapan distribusi vaksin ke Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) di Bandung, Jumat (29/01).

Saat ini proses pendistribusian vaksin COVID-19 dilakukan oleh PT Bio Farma ke IFP Provinsi yang selanjutnya akan didistribusikan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui IFP Kabupaten/Kota. Meski begitu, BPOM secara proaktif memperkuat proses pengawasan distribusi vaksin melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM kepada IFP di seluruh Indonesia. Pengawasan dan pemantauan mutu vaksin tersebut dilakukan UPT Badan POM di sarana industri, distributor, instalasi farmasi provinsi, instalasi farmasi kabupaten, dan sarana pelayanan kesehatan.

“Jaminan terhadap keamanan, khasiat, dan mutu vaksin merupakan tanggung jawab bersama. Pengelolaan vaksin yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin dan program vaksinasi,” jelas Penny. 

Penny juga meminta masyarakat untuk aktif terlibat dalam program vaksinasi COVID-19 ini, tidak hanya mendukung program vaksinasi dengan ikut divaksin, tapi juga melaporkan jika ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) untuk dapat segera dilakukan tindak lanjut. 

Karena vaksin tidak hanya melindungi diri kita sendiri karena telah terbentuk kekebalan, tapi juga melindungi keluarga dan masyarakat yang belum layak mendapatkan vaksinasi, dan yang terpenting adalah kita berperan dalam pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok sebagai upaya untuk keluar dari pandemi. (f) 


Baca Juga: 
Waspadai Berita Hoaks Tentang Vaksin COVID-19
Angka Positif COVID-19 Tembus 1 Juta, Menkes Ingatkan Masyarakat untuk Lebih Disiplin 3M
Pegal, Lapar, dan Ngantuk, Reaksi Umum Pasca Vaksinasi COVID-19


Faunda Liswijayanti


Topic

#ingatpesanibu, #3m, #corona, #covid19, #vaksin

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?