Travel
Menikmati Kesejukan Air Terjun Waimarang, Sumba Timur

28 Jan 2019


Foto: Des
 
Keindahan alam Pulau Sumba, khususnya Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur memang sangat istimewa, perbukitan, padang rumput, pantai, dan wisata air terjun ada sini, salah satu yang kini ramai dikunjungi adalah Air Terjun Waimarang. Saya, Desiyusman Mendrofa,  berkesempatan mengunjunginya di sela undangan Wings Group dalam rangka peresmian gedung PAUD Gracia 2, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 25 - 27 Januari lalu.
 
Untuk mencapai tempat ini memang tidak mudah, saya harus menempuh perjalanan dengan berkendara sekitar 1,5 jam dari Waingapu, pusat Kabupaten Sumba Timur. Namun, suguhan padang rumput yang terhampar luas di kanan-kiri jalan yang hijau, didukung jalan yang mulus, membuat perjalanan tidak begitu melelahkan. Tak usah khawatir, jalanannya sangat layak dilewati oleh kendaraan pribadi. Hanya ada beberapa kilometer jalan berbatu tanpa aspal yang harus dilewati sebelum mencapai tempat pemberhentian terakhir kendaraan. 
 
Petualangan dimulai setelahnya. Dari pemberhentian mobil, perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 800 meter. Perlu kehati-hatian ketika melewati jalan ini, sebab selain menurun, jalanan juga dilapisi batu-batu tajam khas perbukitan.
 
Memakai sandal atau sepatu yang nyaman untuk trekking, serta tidak membawa barang yang tidak terlalu banyak dan berat sangat disarankan.
 
Sekitar 30 meter sebelum mencapai air terjun, saya harus melewati jalur yang curam dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Saya harus memegang erat, bambu dan kayu yang dipasang oleh warga sebagai pengaman.
 

Foto: Des
 
Sekitar 30 menit berjalan,saya pun sampai di aliran sungai air terjun.

Air Terjun ini terdiri dari tiga tingkat yang dikelilingi oleh tebing tinggi berwarna hitam kecoklatan, serta dilapisi lumut berwarna hijau. Di bawah tiap air terjun ada kolam yang mengundang pengunjung untuk menceburkan diri. 
 
Namun kolam di air terjun pertama yang terlihat saat saya tiba tidak terlalu menarik. Pemandu bilang, kolam di ataslah yang kerap dijadikan tempat untuk berenang. Lebih bersih dan sejuk.

Namun, untuk mencapai kolam pertama butuh usaha keras dan ekstra hati-hati, mengingat tidak ada jalan memadai menuju ke sana. Jika ingin ke sana, kita harus meniti tebing dengan kemiringan 90 derajat. Memang ada beberapa pegangan dan pijakan kaki di pinggir tebing yang bisa membantu, tapi karena tidak begitu yakin untuk menuju dan kembali dari kolam tertinggi, saya memilih untuk berada di kolam yang berada di tengah saja. Saya berbagi tempat dengan pengunjung lain yang sekadar mengabadikan keindahan dengan kamera dan juga berenang menikmati segarnya air terjun tersebut.
 

Foto: Des

 
Air terjun ini masih sangat alami, tak heran kalau belum ada fasilitas seperti ruang ganti di sini. Karenanya, kenakan baju renang, melapisinya dengan pakaian ganti sebelum menuju air terjun. Atau Anda bisa memanfaatkan ruang ganti sederhana di area parkiran kendaraan.
 
Sekitar satu jam berada di sana, saya pun memutuskan memutuskan untuk kembali. Mengemas barang-barang dan bersiap untuk berjalan pulang. Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 5 sore waktu setempat.  
 
Bagi Anda yang menyukai aktivitas trekking, berkunjung ke air terjun ini tentunya pilihan yang tepat. Selain menguji ketahanan fisik, kewaspadaan dan konsentrasi Anda pun ikut ditantang. Agar tak terjebak gelap saat pulang, datang lebih awal antara pukul 2 siang atau pukul 4 sore, akan lebih baik. (f)
 

Kuda yang merumput, pemandangan khas Sumba yang tak boleh dilewatkan. / Foto: Des

Baca Juga:

Pesona Sumba, Nusa Tenggara Timur, Yang Dikunjungi Keluarga David Beckham dan Victoria

Kampung Tarung, Kampung Adat Marapu Sumba Barat Terbakar

Keistimewaan Nihi Sumba Island di Mata Nicholas Saputra
 

Desiyusman Mendrofa


Topic

#travel, #travelling, #sumba, #sumbatimur

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.