Tip Masak
Ini Hal Yang Sering Terlupakan Saat Memasak Steak

16 Jul 2020


Foto: Shutterstock

Walau terlihat sederhana, memasak steak ternyata memerlukan ketelitian dan jam terbang. Beberapa waktu lalu, femina berjumpa dengan Chef Robert Veenendal atau yang akrab disapa Chef Buli, Head Chef BAE by Socieaty dalam acara Femina Live FOOD 911 – KITCHEN SECRET. Dalam acara ini, chef Buli memperagakan cara memasak 2 steak yang ada dalam menu BAE by Socieaty.

Selama acara berlangsung, banyak yang menanyakan berapa lama sebaiknya memasak steak di atas api. Menurutnya, tidak ada patokan yang pasti dalam memasak steak, semua bergantung pada preferensi atau kesukaan si pembuatnya.

Lama memasak steak bergantung pada besarnya api yang digunakan, dan juga tingkat kematangan yang diinginkan. Jika menginginkan steak dengan kematangan medium atau medium rare, sebaiknya siapkan wajan atau grill yang benar-benar panas saat hendak memasaknya. Ini dilakukan agar saat daging menyentuh permukaan wajan, sari daging bisa terkunci di dalam. “Lalu, proses memasak bisa dilanjutkan selama 3-4 menit tiap sisinya. Ini juga bergantung dari ketebalan daging yang dimasak,” ujar chef Buli.

Sedangkan jika menginginkan steak dengan tingkat kematangan well done, menurutnya, api yang digunakan tidak boleh terlalu besar. Ini dilakukan agar permukaan luar daging tidak menjadi terlalu gosong.

Hal yang sering terlupakan saat memasak steak adalah proses resting. Padahal, menurut chef Buli, tahap ini adalah tahap yang paling penting. “Saat dimasak, serat-serat daging sapi akan menegang, jadi kita perlu merilekskannya kembali,” terang Buli. Jika tidak dilakukan, jus daging akan keluar saat dipotong.

Berapa lama proses resting dilakukan? “Lima menit saja sudah cukup,” ujar chef asal Belanda ini.
Untuk menyaksikan proses masak Steak Diane dan Tomahawk buatan chef Buli, klik di sini.

Baca juga:

Cara Mengoreng Gurame Seperti di Restoran

Membuat Adonan Roti Dengan Air Es atau Air Biasa?





 


Topic

#steak, #wagyu

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?