
Berbeda dari jenis cake lainnya, adonan muffin lebih mudah dibuat karena cukup diaduk tanpa mixer. Selain itu, muffin masuk dalam kategori quick bread karena tidak dikembangkan oleh ragi, melainkan oleh baking powder dan telur.
Ketika jadi, permukaannya mengembang hingga retak-retak dan sedikit tebal. Teksturnya padat dengan remah yang tidak selembut cake.
Walau tergolong tidak rumit, muffin juga punya kiat-kiat sukses. Bila Anda pemula, perhatikan hal berikut, ya:
1/ Rahasianya, Aduk Pelan Adonan
Adonan muffin terdiri dari 2 bagian, adonan kering (tepung terigu, baking powder, gula) dan adonan basah (telur, cairan berupa susu/ air/ santan/ buttermilk/ yoghurt/ mentega leleh/ minyak/ jus buah).Campuran kedua adonan ini cukup diaduk beberapa kali saja menggunakan spatula atau sendok kayu hingga adonan keringnya hampir tercampur rata dengan adonan basah. Tidak masalah jika beberapa bulir terigunya masih menggumpal. Yang penting, sedikit saja baking powder bersentuhan dengan bahan lembap yang mengandung asam (misalnya buttermilk, yoghurt, atau jus jeruk dalam kandungan bahan basah), itu sudah cukup untuk menciptakan karbon dioksida yang nantinya akan berfungsi sebagai pengembang muffin.
Jika dikocok terlalu rata, gluten pada terigu justru akan berkembang dan menyebabkan muffin bantat.
2/ Menuang Adonan
Agar tinggi muffin pas, jangan sendokkan adonan hingga penuh dalam cetakan, cukup hingga ¾ tinggi cetakan. Jangan diaduk-aduk lagi adonan saat mengambilnya dari wadah.Adonan yang tersisa dapat menunggu hingga sesi pemanggangan kedua, namun performa baking powder pada adonan yang didiamkan terlalu lama ini dapat menurun dan menyebabkan muffin tidak mengembang sebaik muffin panggangan pertama. Oleh sebab itu, sebaiknya panggang sekali tahap atau buat adonan dalam jumlah sekali panggang.
3/ Loyang Silikon Muffin
Memiliki loyang jenis ini memang menghemat waktu kerja Anda karena antilengket. Bahan silikon membuat lubang-lubangnya tidak perlu lagi dioles mentega, apalagi dibilas usai dipakai. Cukup seka dengan tisu.Loyang juga terhindar dari risiko penyok. Ditilik dari kelebihannya ini, sepadan jika harga loyang silikon premium umumnya di atas rata-rata harga loyang aluminium dan loyang berlapisan antilengket.
4/ Cetak dalam Kertas
Cetakan kertas (istilahnya papercup) untuk muffin bisa membuat muffin Anda lebih gaya. Motifnya tidak lagi tradisional dan bergaya country seperti buah-buahan, namun kini lebih kontemporer dan seru.Untuk beberapa jenis cetakan kertas yang kurang kokoh dan cenderung melebar saat disendokkan adonan muffin yang padat, tempatkan dalam lubang-lubang loyang muffin agar bentuknya stabil.
5/ Jangan langsung mengeluarkan dari oven
Ada waktu yang digunakan untuk memanggang muffin, saat timer oven sudah berhenti tanda muffin sudah matang sebaiknya jangan langsung mengeluarkan muffin. Biarkan muffin di dalam oven selama kurang lebih 5 menit. Ini dimaksudkan agar bentuk muffin tetap kokoh dan tidak langsung mengempis kala bertemu suhu yang berbeda drastis.
Selain itu diamkan dulu muffin tetap berada di dalam cetakan sampai benar-benar dingin dan siap diangkat dari cetakan. (f)
Foto: Shutterstock
Baca juga:
Lagi Tren, Ini Bedanya Anggur Muscat dari Jepang
Setelah 20 Tahun, Dapur Cokelat Bercerita
Oat Mylk yang Lagi Hits di Jakarta
Trifitria Nuragustina


