
Dok.Shutterstock
MARTABAK PANDAN ISI KETAN HITAM
Kunci dari martabak adalah mengenali wajan Anda. Pastikan wajan benar-benar panas agar Anda mendapatkan ‘feel’ yang tepat kapan seharusnya menuang adonan.
Untuk warna pandan, gunakan pasta pandan. Untuk versi 'polos', cukup tiadakan bahan tersebut. Tiada perbedaan rasa signifikan di antaranya, melainkan lebih ke alasan visual.
Untuk 30 potong
Mentega tawar, untuk olesan wajan
3 sdm gula pasir, untuk taburan
Kulit:
800 ml susu cair
550 g tepung terigu protein tinggi
150 g gula pasir
3 kuning telur ayam, kocok lepas
2 sdt baking powder, ayak
½ sdt garam
Pasta pandan kualitas baik, secukupnya
1 sdt soda kue, larutkan dalam 1 sdm air
Ketan hitam:
200 g ketan hitam, cuci, rendam semalaman, tiriskan
200 ml santan kental, dari ½ butir kelapa parut
½ sdt garam
Unti kelapa:
50 ml air
100 g gula pasir
2 lembar daun pandan, simpulkan
300 g kelapa setengah tua, kupas, parut kasar
½ sdt garam

1/ Kulit: Campur semua bahan, kecuali soda kue. Tutup dengan kain lembap.
2/ Fermentasi: Diamkan ± 3 - 5 jam. Tambahkan larutan soda kue. Aduk rata. Sisihkan.
3/ Ketan hitam: Campur beras ketan, santan, dan garam. Masak di atas api kecil hingga setengah matang. Angkat.
4/ Kukus hingga matang, angkat. Sisihkan.
5/ Unti kelapa: Panaskan air, gula, dan pandan hingga gula larut. Matikan api.
6/ Masukkan kelapa dan garam, aduk rata. Sisihkan.
7/ Panaskan wajan martabak di atas api kecil hingga benar-benar panas. Olesi sedikit mentega.
8/ Tuang 1/3 bagian adonan ke dalam wajan. Ratakan adonan dengan punggung sendok. Masak hingga hampir berpori.
9/ Taburi permukaan martabak dengan gula. Tutup, masak hingga gula larut dan adonan matang. Angkat.
10/ Penyelesaian: Tata ketan hitam dan unti ke atas martabak. Lipat, potong-potong. (f)
Trifitria Nuragustina



