Sex & Relationship
Cek 4 Fakta Terbaru Seputar Berpelukan yang Penting Bagi Kesehatan Jiwa

4 Mar 2022

Manfaat berpelukan bagi kesehatan mental
Foto: Dok. Freepik
 

Pelukan adalah ungkapan rasa sayang kepada orang-orang yang spesial bagi kita. Tindakan memeluk orang lain bisa dilakukan dalam berbagai momen. Mulai dari saat bahagia ataupun sedih, ketika baru bertemu hingga akan berpisah. Setiap kali melakukan pelukan, perasaan kita akan menjadi lebih nyaman dan tenang.
 
Sudah banyak hasil penelitian yang membuktikan kalau pelukan itu sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa manusia. Psikolog ternama AS seperti Paul Zak dan Virginia Satir pun menyatakan dalam artikel di Feel Good Family kalau sudah terbukti pelukan setiap hari bisa membuat seseorang bahagia dan menikmati hubungan dengan orang lain.
 
Nah, dalam artikel Psychology Today, Sebastian Ocklenburg, Ph.D., professor psikologi di MSH Medical School Hamburg, Jerman mengatakan kalau ada penemuan fakta terbaru lagi nih, tentang manfaat pelukan bagi kejiwaan kita. Ini dia 4 fakta terbaru tersebut.
 

1/ Selain memeluk orang lain, memeluk diri sendiri pun bisa mengurangi hormon stres

Baru-baru ini peneliti Aljoscha Dreisoerner dari Universitas Goethe di Frankfurt, Jerman, bersama timnya melakukan penelitian tentang efek positif pelukan terhadap stres. Menariknya, mereka tidak hanya menyelidiki efek dari dipeluk sama orang lain, tetapi juga dampak memeluk diri sendiri terhadap tingkatan stres.
 
Ada 159 sukarelawan yang diminta berakting sedang melakukan wawancara kerja dalam kondisi yang berbeda-beda. Lalu, mereka diberikan pilihan, yaitu dipeluk selama 20 detik oleh staf atau memeluk diri mereka sendiri selama 20 detik atau tidak dapat pelukan sama sekali.
 
Hasilnya, sukarelawan yang berpelukan dan memeluk sendiri menunjukkan kadar kortisol yang lebih rendah daripada yang tidak dipeluk sama sekali. Hormon kortisol ini berperan dalam memengaruhi respons tubuh terhadap stres. Jadi, dipeluk oleh orang lain dan memeluk diri sendiri, sama-sama mengurangi efek negatif dari stres.  
 

2/ Durasi berpelukan sangat penting untuk memperbaiki mood 

Semua orang setuju kalau berpelukan bisa memberikan efek positif. Tapi, apa sebenarnya yang mempengaruhi pelukan dalam memberikan efek memperbaiki suasana hati? Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Anna L. Dueren dari Departemen Psikologi, University of London, Inggris, mencoba menjawab pertanyaan tentang apa yang memengaruhi efek pelukan pada suasana hati manusia.
 
Dalam penelitian tersebut, 45 wanita memeluk staf peneliti selama satu detik, lima detik, atau 10 detik dan melaporkan bagaimana rasanya pelukan itu. Ternyata, pelukan lima detik dan 10 detik dinilai lebih menyenangkan daripada pelukan satu detik. Dengan demikian, pelukan baru dirasa optimal kalau berlangsung setidaknya selama lima detik.
 

3/ Pelukan sangat memengaruhi kesehatan orang tua 

Selama ini memang banyak penelitian yang membuktikan manfaat pelukan baik bagi kesehatan, baik fisik dan mental. Namun, belum ada pengetahuan apakah pelukan memiliki efek psikologis yang berbeda di setiap fase kehidupan? Apakah manfaat pelukan sama untuk setiap usia?
 
Tia Rogers-Jarrell dari School of Kinesiology and Health Science di York University, Toronto, Kanada, menganalisis data kurang lebih 20.000 orang berusia 65 tahun ke atas dari Survei Kesehatan Masyarakat Kanada. Dari survei ini ditemukan fakta kalau orang tua yang rutin mendapatkan pelukan, menunjukkan tingkat kesehatan yang lebih tinggi daripada yang jarang atau tidak mendapatkan pelukan sama sekali.  
 
Efek ini tetap ada secara signifikan, meskipun para peneliti berusaha mengendalikan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi hasilnya, seperti status hubungan, pendapatan, penyakit kronis, dan lainnya. Ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pelukan dan kesehatan. Orang tua yang menerima pelukan setidaknya beberapa kali sehari merasa lebih sehat daripada mereka yang tidak.
 

4/ Cara kita berpelukan dipengaruhi oleh budaya

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Agnieszka Sorokowska dari Universitas Wroclaw, Polandia, menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan sentuhan afektif, seperti berciuman atau berpelukan.
 
Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 14.000 individu dari 45 negara, dan hasilnya ada perbedaan besar antar negara dalam hal kebiasaan berpelukan.
  • Orang-orang di negara yang kurang konservatif atau liberal menunjukkan sentuhan yang lebih emosional.
  • Penduduk di negara yang cuacanya lebih hangat menunjukkan sentuhan yang lebih emosional. Mungkin karena cuaca hangat membuat lebih banyak aktivitas di luar ruangan sehingga kemungkinan untuk bertemu orang lain lebih besar.
  • Orang yang lebih muda menunjukkan lebih banyak sentuhan emosional daripada orang yang lebih tua.
  • Wanita lebih sering memeluk teman dan anak-anak daripada pria. 
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor budaya memiliki pengaruh kuat untuk seseorang menikmati pelukan atau tidak. Namun, faktor individu juga memainkan peran besar dalam perilaku berpelukan. Jadi, baik faktor budaya ataupun individu sangat berperan dalam memahami kebiasaan berpelukan. (f)


 
Baca Juga:
4 Perilaku Tidak Sehat Dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya
Temukan Inspirasi Foreplay dari Film Love and Leashes
Catat, Ini Pentingnya Ajarkan Anak untuk Mengekspresikan Emosi
 
 


Topic

#Pelukan, #ManfaatPelukan, #KesehatanJiwa

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?