Reviews
Little Women, Drama Empat Saudari Mengejar Impian

5 Feb 2020


Dok. Sony Pictures



Telah lama menjadi salah satu novel drama keluarga terbaik abad ke-20 yang ditulis oleh penulis wanita, buku Little Women tentu telah menemani masa kecil banyak anak perempuan untuk terus bermimpi dan mewujudkannya. Dan kini novel yang ditulis oleh Louisa May Alcott pada akhir 1800-an, akan lebih mudah diterima oleh generasi lebih kekinian dalam film adaptasi terbaru berjudul serupa yang diperankan oleh aktris-aktris muda.
 
Jo, yang diperankan oleh Saoirse Ronan, adalah gadis tomboy yang suka menulis. Tangannya yang penuh noda bergerak cekatan memulas tinta pada kertas kosong, yang menceritakan berbagai kisah yang bisa ia imajinasikan secara liar.
 
Mulai dari kisah wanita yang hidup dalam keluarga di tengah era perang hingga kisah saudari-saudarinya yang memiliki karakteristik berbeda-beda.
 
Sementara Meg, yang diperankan Emma Watson, adalah kakak tertua yang keibuan. Ia selalu sigap memarahi adik-adiknya yang tak jarang saling membentak, melempar bantal hingga bertengkar hebat.

Impiannya sederhana. Membangun keluarga bersama pria yang ia cintai dan memiliki anak-anak mungil yang cantik dan tampan.
 
Amy, yang diperankan Florence Pugh, terkenal dengan kecerewetannya dan sikapnya yang ia anggap ‘wanita terhormat’. Ia tak pernah malu mengutarakan angan-angannya untuk bisa menjadi pelukis di Paris, Prancis. Karena menurutnya, semua pelukis terkenal akan melukis di kota romantis itu.
 
Sedangkan Beth, yang diperankan Eliza Scanlen, adalah si pendiam dan pemalu. Saat bertemu orang baru, ia akan mengumpat di balik tubuh kakak-kakaknya atau sang ibu. Tapi, semuanya tahu bahwa Beth adalah adik paling manis, baik hati dan suka bermain piano.

 

Dok. Sony Pictures
 

Empat saudari, empat impian, satu keluarga. Seru, ramai tapi tentu akan penuh drama.
 
Selain akan mengocok perut dengan tingkah laku mereka yang ‘tidak bisa diam’ dan karakter menggemaskan dari Laurie, yang diperankan oleh Timothee Chalamet, Little Women juga siap menguras emosi dengan peristiwa-peristiwa tak terduga.
 
Dengan latar kota Massachussets, Amerika Serikat, di era akhir 1800-an, Greta Gerwig sebagai sutradara pintar memainkan perasaan para penontonnya.
 
Namun, alurnya yang maju mundur dengan cepat tanpa aba-aba mungkin akan membuat bingung para penonton, terlebih lagi yang belum pernah membaca bukunya. Maka mungkin bagi sebagian orang, film ini akan lebih mudah dicerna jika membaca buku Little Women terlebih dahulu. (f)



BACA JUGA :
6 Drama Korea Mulai Tayang Februari
Saiyo Sakato, Serial Komedi Tentang Wanita Berdaya
Belajar Mencintai Diri Sendiri Lewat Film IMPERFECT

 


Topic

#LittleWomen

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?