
Dok. Femina/ King Foto
Awalnya Gina S.Noer sempat enggan menjadi sutradara. Chand Parwez Servia, produser Starvision, merupakan orang yang mendorong Gina untuk menyutradarai skenario Dua Garis Biru yang telah ditulisnya.
“Saya selalu mengajarkan anak saya jangan takut, jangan terlalu khawatir, jalani kesempatan yang ada. Jadi, saya pun harus konsisten,” ujar ibu dua anak ini.
Menjalani peran baru sebagai sutradara tentu saja ada tantangannya. Jika wanita penyuka kuliner ini biasanya bekerja sendiri sebagai penulis skenario, kini ia harus bekerja dengan banyak orang, dengan pemikiran dan kepentingan yang beragam.
“Buat saya, menjadi sutradara itu setengah seni dan setengah CEO. Saya harus mengartikulasi visi, mengatur, dan mendelegasikan tugas. Ini masterclass bagi saya sebagai manusia,” ucapnya.
Meskipun bergelut di dunia kerja yang didominasi pria, Gina tetap merasa beruntung terlahir sebagai wanita. Di dunia patriarkat, manusia sering kali dituntut berpikir secara maskulin, yaitu logis, tidak emosional, dan to the point. Padahal, menurut Gina, karakter semacam ini bisa tergantikan oleh artificial intelligence. Itulah mengapa ia percaya istilah future is female.
“Wanita umumnya mengandalkan insting, emosi, perasaan, detail, dan lembut. Itu dianggap ribet. Tapi, kualitas ini belum tergantikan oleh artificial intelligence. Harusnya ini kesempatan bagi wanita,” jelasnya lagi.
Uniknya, Gina berpendapat, cara menjadi sutradara yang baik adalah dengan menjadi ibu yang baik. Menurut wanita yang mengawali karier profesional di film independen ini menjadi ibu adalah hal yang rumit. Butuh sensitivitas untuk melahirkan, mengasuh, dan membesarkan manusia.
Secara tak sadar Gina sudah terlatih menggunakan sensitivitas dalam membesarkan kedua anaknya, Biru Langit Fatiha dan Akar Randu Furqan.
“Sensitivitas ini kan tidak dimiliki kaum pria. Ini sensitivitas yang sama yang saya butuhkan ketika menyutradarai untuk melihat akting para aktor,” ujar istri dari sesama sineas, Salman Aristo, ini.
Tertantang menjadi sutradara bukan berarti Gina meninggalkan profesinya sebagai penulis. Ia nyaman menjalankan kedua peran tersebut. “Saya menikmati dua-duanya. Dengan menjadi sutradara, saya bisa menjaga dan mengeksplorasi tulisan hingga benar-benar selesai,” ceritanya.
Di sisi lain, penulis skenario film Habibie & Ainun ini mengaku banyak tantangan yang harus dihadapi sutradara wanita. Selain belum banyak orang yang membuka kesempatan pada wanita, situasi pekerjaan sutradara sering kali tidak nyaman bagi kaum hawa.
“Dunia penyutradaraan adalah dunia yang maskulin. Ketika sutradara itu hamil misalnya, belum tentu para kru siap dengan keadaan tersebut. Beda dengan penulis skenario, dulu saya bisa meeting sambil menyusui,” jelasnya.
Tidak hanya itu, perundungan dan pelecehan seksual marak terjadi di dunia film, baik verbal maupun fisik. Pelecehan tersebut bisa menimpa wanita mana pun yang terlibat dalam proses syuting, mulai dari pegawai magang hingga aktor.
“Ini sedang dilawan bersama oleh para filmmaker wanita lainnya,” katanya.
Gina memberi contoh, produser kenamaan Mira Lesmana telah menerapkan klausul anti pelecehan seksual dalam kontrak tiap produksi filmnya. Dengan kontrak tersebut, Mira memberi sanksi kepada kru maupun pemain yang melanggar klausul. Hal serupa dilakukan oleh Gina di Wahana Kreator, sebuah perusahaan story development yang dibangunnya.
Kini ia tengah mempersiapkan dua film bersama Wahana Kreator. Keduanya merupakan drama keluarga yang ia sutradarai. “Yang satu rencananya rilis tahun ini, dan yang satu lagi tahun depan,” katanya.
Gina ingin terus berkarya di dunia menulis maupun film. Selain bercita-cita membuat novel, Gina ingin bisa membuat film tentang eksplorasi tubuh wanita.
“Itu penting untuk dibahas, terutama di Indonesia. Bagaimana memahami tubuh kita sendiri dan mengambil kontrol atas diri-sendiri,” pungkasnya.(f)
BACA JUGA:
Arvila Delitriana, Kisah Sukses Bridge Engineer LRT Jabodebek Kuningan yang Memukau Presiden RI Joko Widodo
Swietenia Puspa Lestari, Si 'Kecil Cabe Rawit' Penjaga Laut
Aretha Aprilia Pulang Kampung untuk Meningkatkan Derajat Sampah
Topic
#GinaSNoer


