Profile
Arvila Delitriana, Kisah Sukses Bridge Engineer LRT Jabodebek Kuningan yang Memukau Presiden RI Joko Widodo

3 Feb 2020


Dok. Dodi Risdianto




Sudah melayang di atas flyover, melengkung pula di ketinggian. Begitulah rumitnya pekerjaan jembatan bentang panjang untuk LRT Jabodebek yang melayang di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan, ini. Untunglah, sang insinyur, Ibu Arvila Delitriana, lulusan Institut Teknologi Bandung, berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung dengan presisi sejak kemarin.

Demikian yang dituliskan oleh Presiden Jokowi di media sosialnya yang menyadarkan masyarakat bahwa ada wanita hebat di balik jembatan LRT yang membuat banyak orang terkagum-kagum. Bagaimana tidak? Jembatan lengkung rancangannya itu telah memecahkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Indonesia (MURI), yaitu jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan jembatan dengan pembebanan axial static loading test terbesar. 

Nama 
Arvila Delitriana mencuat ke publik ketika unggahan Presiden RI, Joko Widodo, mengungkap sosok di balik pembangunan LRT Jabodebek. Dalam hitungan jam, wanita yang akrab dipanggil Dina ini pun menjadi viral.  

Puluhan tahun bekerja sebagai 
bridge engineer, ia tak menyangka namanya mendadak jadi perbincangan banyak orang. Namun, dari situ pula ia belajar, ketika namanya diapresiasi sebagai bridge engineer wanita inspiratif tanah air, itu berarti masih banyak pekerjaan rumah untuk menjadikan profesi ini lebih banyak digeluti wanita. 

Ketika menjadi pembicara di ajang Indonesian Women’s Forum 2019 yang diadakan oleh femina di Gandaria City,  akhir November 2019, ia mengaku justru merasa kecil hati dari prestasi besarnya tersebut. Bagaimana tidak, ia  menjadi terkenal karena ia adalah seorang wanita yang dianggap minoritas di dunia engineering

“Memangnya
kenapa kalau saya wanita? Hal ini menunjukkan bahwa wanita masih dianggap aneh bila berada di dunia pekerjaan yang dinilai sangat maskulin ini,” paparnya, di hadapan kurang lebih 1.000 peserta IWF 2019 tersebut. Namun, Dina cukup bersenang hati, kendati masih jadi minoritas kini sudah makin banyak wanita yang menggeluti dunia engineering seperti dirinya.

“Peluang wanita sangat besar untuk menggeluti industri ini. Wanita punya nilai tambah karena tidak hitung-hitungan dalam bekerja, lebih sabar, teliti, dan
multitasking. Kita akan melakukan yang terbaik terlebih dahulu sebelum diberikan timbal baliknya. Kita komitmen dan penghargaan akan datang dengan sendirinya,” ujarnya, optimistis akan  makin banyak bridge engineer wanita. Salah satunya adalah anak asuhnya di tempatnya bekerja kian banyak diisi wanita. 

Jembatan bentang panjang LRT Jabodebek sendiri bukanlah jembatan pertama yang pernah didesainnya bersama tim. “Kalau jembatan yang besar mungkin sudah lebih dari 20-30 jembatan, sementara jembatan yang kecil lebih banyak lagi,” papar Dina, yang mengaku tak pernah menghitung sudah berapa banyak jembatan yang pernah ia desain. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah
Jembatan Kali Kuto Semarang, Jembatan Soekarno Manado, Layang Pasopati di Bandung, juga di Riau. 

Bagi Dina, membangun jembatan dan membantu menghubungkan satu daerah dengan daerah lain adalah pencapaian paling membanggakan dalam hidup dan kariernya. Ia menyaksikan bagaimana dulunya untuk menyeberangi sungai, masyarakat harus mengandalkan perahu. Belum lagi, tak bisa diseberangi kala malam karena terlalu gelap, yang tentu akan menyulitkan warga untuk beraktivitas terutama dalam keadaan darurat. 

Ketika akhirnya jembatan tersebut jadi, dan melihat masyarakat bolak-balik dengan mudahnya, bagi Dina seru sekali melihatnya.
Karena kebanyakan jembatan yang dibuatnya adalah jembatan dengan bentuk ikonis, maka sering kali bentuk jembatan itu jadi ikon daerah tersebut. 

Penghargaan yang saya rasakan adalah dengan membangun jembatan tersebut, bisa menyatukan banyak orang, mempermudah aktivitas dan kegiatan warga sekitar, yang secara langsung dan tidak langsung memperbaiki perekonomian warga sekitar. Penghargaan itu priceless,” jelasnya. 



(Lanjut ke halaman berikutnya)


BACA JUGA : 
Astri Puji Lestari, Arsitek yang Menjalani Hidup Minim Sampah Sejak Kecil
Greta Thunberg, Aktivis Lingkungan Termuda yang Gerakkan Jutaan Orang di Dunia
Dr. Nathania Karina, Konduktor Wanita Indonesia yang Akan Memimpin Orkestra Remaja TRUST di Vienna, Austria

 


Topic

#ArvillaDelitriana

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?