
Dok.TN
Koleksi tiga museum di ibu kota, yakni Museum Wayang, Museum Seni Rupa & Keramik, dan Museum Tekstil, hadir di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Gabungan tiga kekuatan museum ini bisa dilihat publik di area Main Lobby, Signatures Restaurant, dan Nirwana Lounge.
Eksibisi persembahan Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ) tersebut menyoroti kekuatan seni wayang kulit dan benda yang berhubungan dengan seni pedalangan di Jawa. YMMJ ingin pameran menjadi momen edukasi dan representasi dari sebagian kecil warisan budaya yang tersimpan di museum.

Dok.TN
Museum-museum di bawah naungan Provinsi DKI Jakarta perlu menjadi pusat informasi dan inspirasi bagi masyarakat dan pendatang," ucap Catharina Widjaja, Ketua YMMJ.
Ada a.l. Gunungan, representasi alam (nature), yang dalam pertunjukan wayang kulit digunakan dalang sebagai sarana melengkapi cerita. Jika dilihat dari wujudnya, gunungan (kayon) diadaptasi dari bentuk gunung. Filosofinya, puncak gunung yang tinggi dan lancip menggambarkan bahwa pucuk (baca: kesejahteraan) dapat diperoleh bagi yang bekerja keras (baca: mendaki susah payah).

Dok.TN
Ada juga blencong, alat sinar buatan 1930 di Cirebon, sebagai bagian dari pertunjukan wayang kulit. Tampil pula wayang Marionette dari Udaipur dan Wayan Poo The Hie buatan Cina.
Pameran yang berlangsung 5-20 Agustus 2019 ini menandai 57 tahun berdirinya Hotel Indonesia. Bertajuk "Kalã - Capturing Indonesian Artistry", perayaan bulan lahirnya hotel ini turut diisi satu malam pertunjukan wayang kulit, pagelaran busana, dan promosi kuliner. Promosi kuliner "Rasã - Sajian Hidangan Cita Rasa Otentik dan Tradisional" hadir di Signatures Restaurant dalam konsep buffet.

"Sebagai hotel yang merupakan warisan budaya, kami bangga mengadakan Kalã. Tamu dan khalayak bisa lebih dekat mengenal kekayaan seni pertunjukan dan sejarah bangsa," ujar Sjefke Jansen, General Manager Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Dok.TN
Program lainnya:
6-20 Agustus 2019: Tur Sejarah Hotel & Tur Museum. Siap-siap tenggelam dalam cerita kejayaan hotel yang diresmikan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, di tahun 1962 ini. Gunting yang digunakan Presiden Soekarno pada sesi pengguntingan pita turut dipamerkan.
Natya Vida: Pertunjukan wayang kulit kontemporer di Ramayana Terrace, bersama seniman Kota Solo. Hubungi hotel untuk tanggal pertunjukan.
20 Agustus 2019: Wisik, fashion show yang terinspirasi wayang kulit klasik, sebagai puncak dari Kalã. Karya Sapto Djojokoartiko ini hadir di Bali Room yang legendaris.
5-20 Agustus 2019: Kelezatan angkringan dan masakan otentik seperti stall hidangan kukus, ketoprak, jajanan pasar, pempek, stall Nasi Gundul, kambing guling, Mie Jawa, hingga wedang jahe dan wedang uwuh. Harga buffet Rp295.000++/orang.
Baca juga:
Kandas Sarai dari Daya, Sambal Pakai Batang Serai Muda
Gaya Berbeda Penikmat Gelato di Bali dan Jakarta, Kata Gregory Lentini
Trifitria Nuragustina




