Money
Tren Bisnis Fashion Berkelanjutan, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku Bisnis

12 Jul 2021


Foto: Unsplash


Sebuah penelitian oleh McKinsey mengungkapkan bahwa 57% pembeli setuju bahwa mereka telah membuat perubahan signifikan pada gaya hidup mereka untuk mengurangi dampak lingkungan dan 15% konsumen berharap dapat membeli pakaian yang lebih ramah lingkungan dan sosial. 

Artinya, konsumen yang memiliki kesadaran tentang fesyen keberlanjutan, akan terus bertambah sehingga mendorong merek dan bisnis untuk memproduksi pakaian yang lebih ramah lingkungan dan lebih bertanggung jawab dalam perencanaan bisnis mereka ke depannya.

Felix Soni, Head of Textiles, Zilingo Indonesia mengatakan merek dan bisnis yang dapat mengubah orientasi misi dan model bisnis ke arah yang lebih berkelanjutan akan menjangkau lebih banyak pelanggan daripada sebelumnya.

Lantas seperti apa tren gaya hidup berkelanjutan dalam bisnis fashion dan apa yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis fashion, berikut ini insight dari Zilingo Indonesia, platform e-commerce yang peduli pada tren fesyen berkelanjutan: 

1/ Konsumen lebih memilih pakaian kasual yang nyaman sebagai seragam WFH
Pandemi yang sedang berlangsung telah membuat masyarakat tetap berada di rumah, namun bukan berarti tren fesyen berhenti bergerak. Minimnya waktu bersosialisasi, namun diikuti maraknya pertemuan virtual ternyata melahirkan ‘seragam’ baru saat bekerja dari rumah. Pilihan pakaian yang nyaman namun tetap terlihat profesional di depan kamera untuk dipakai bekerja selama seminggu mejadi tren terbaru office look. Beberapa brand yang bisa merebut hati pasar hadir dengan konsep penggunaan bahan organik yang nyaman saat dikenakan dan tentunya ramah lingkungan.

2/ Tren brand dengan konsep upcycling makin diminati
Upcycling adalah tren yang terus berkembang dan merupakan salah satu hal paling berkelanjutan yang dapat dilakukan untuk produk fesyen. Upcycling memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk diolah kembali menjadi produk lain yang masih bermanfaat. Proses ini dipercaya hanya menggunakan sedikit sumber daya dan benar-benar membuat barang 'yang tidak diinginkan' tidak menjadi limbah. Banyak brand fashion yang kemudian dikenal luas karena konsep upcycling ini, yang ternyata mampu mendongkark penjualan di masa pandemi.

3/ Mereka lokal jadi tuan rumah
Kabar gembira bagi pemilik brand fashion lokal, karena tahun ini adalah tahunnya brand lokal berjaya. Semakin banyak konsumen yang membeli produk lokal karena semangat ingin mendukung komunitas lokal di sekitar mereka dari rumah. Perbatasan yang masih ditutup dan situasi yang sulit bagi bisnis lokal telah menyatukan masyarakat Indonesia untuk bahu membahu membantu masyarakat setempat. Kesempaan yang sayang untuk disia-siakan.

4/ Berdampak secara sosial
Tampaknya pandemi memang telah meningkatkan kepedulian dan rasa sosial masyarakat. Sehingga brand-brand yang bisa memberikan dampak sosial pada masyarakat, akan mendapatkan perhatian sekaligus dukungan. 

Apa yang bisa dilakukan pemilik brand terkait dampak sosial ini? Salah satunya adalah brand harus lebih terbuka mengenai informasi pemasok, hingga kondisi kerja yang etis dan upah yang adil. Para pelaku bisnis juga perlu lebih sadar akan dampak lingkungan di setiap tahap desain.

5/Menjunjung inklusivitas dan merangkul keragaman
Istilah keragaman dan inklusivitas telah digunakan selama bertahun-tahun dalam industri fesyen etis sebagai kepedulian terhadap keadilan lingkungan, ketidaksetaraan rasial, dan perampasan budaya akhirnya dibawa ke garis depan baik untuk pelaku bisnis maupun konsumen. Jadikan hal ini sebagai nilai tambah. (f) 


Baca Juga: 
Tingkatkan Peluang Lebih Dikenal dan Laris Dengan Mempelajari Insight Halaman Bisnis Facebook
Strategi Tas Kulit Rorokenes Menembus Pasar Ekspor
Alasan Beriklan di Instagram Ads

 


Faunda Liswijayanti


Topic

#fashion, #bisnis, #wanwir, #bisnisfashion

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?