Money
Kapan Boleh Berutang?

19 Mar 2017


Foto: Pixabay

Utang bukan sekadar meminjam uang dari pihak lain untuk memenuhi kebutuhan kita. Menurut perencana keuangan Yosephine P.Tyas, S.Kom, MM, CFP®, poin penting yang sering kali dilupakan ketika berutang adalah adanya kewajiban untuk mengembalikan. Karena itu, sebelum berutang pastikan kita sudah tahu cara melunasinya.
 
Kita bisa berutang saat kita sudah mengalokasikan dana untuk membayarnya. Jangan berutang kalau kita nggak bisa berkomitmen untuk melunasinya. Pastikan juga kita telah memiliki dana darurat yang bisa digunakan jika di kemudian hari tidak ada penghasilan untuk membayar cicilan. Hal lain yang perlu diperhatikan, maksimal besar cicilan utang adalah 30 persen dari penghasilan.
 
Ada dua jenis utang, yaitu utang konsumtif dan produktif. Utang konsumtif harus dihindari karena dilakukan untuk membeli sesuatu yang nilainya turun atau tidak memberikan dampak terhadap penghasilan.
 
Biasanya, utang konsumtif terjadi karena dorongan gaya hidup, misalnya menggunakan kartu kredit untuk shopping atau biaya traveling. Sst, sekadar meminjam uang teman untuk membeli secangkir latte di coffee shop langganan termasuk utang konsumtif, tuh.
 
Sebaliknya, utang produktif digunakan untuk membeli barang atau aset yang nilainya naik atau memberikan penghasilan tambahan, seperti kredit properti dan kredit usaha. Selama sudah menyiapkan dana untuk membayar cicilan tiap bulan dan besar cicilan nggak lebih dari 30% penghasilan, kita bisa mengambil utang produktif. (f)
 
Baca juga:
Berutang ke Bank, Hindari Di-Blacklist!
3 Alasan Anda Boleh Berutang
Trik Menghindari Godaan Belanja Setelah Gajian
 


Topic

#utang

 

polling
Uang Elektronik

Belakangan ini segala transaksi dilakukan secara nontunai. Yap, bisa dibilang kini kita bergantung pada uang elektronik (seperti Flazz - BCA, e-money - Mandiri, hingga BRIZZI - BRI) untuk pembayaran transportasi online, makan di restoran, hingga tol.

Berapa jumlah uang elektronik yang Anda miliki?