Money
Fitur Paylater, Memudahkan atau Jadi Buah Simalakama?

4 Jun 2021


Foto: Pexels


Fitur paylater makin banyak tersedia di berbagai aplikasi, mulai dari pemesanan tiket hingga market place. Ibarat kartu kredit, dengan menggunakan layanan tersebut, seseorang dapat meminjam dana dengan limit tertentu untuk membayar terlebih dahulu kebutuhan yang dibeli.

Fitur paylater juga cukup mudah digunakan. Seseorang tak perlu menggunakan kartu untuk mengaksesnya, cukup gunakan gawai untuk pendaftaran serta verifikasi data, dan Anda bisa segera memanfaatkannya.

Beberapa orang tentu terbantu dengan kemudahan layanan tersebut. Namun jika tak digunakan secara bijak, fitur paylater dapat membuat Anda terjebak berbagai masalah finansial. Nah, sebelum Anda mencoba menggunakan fitur tersebut, ada baiknya pahami dulu beberapa risikonya. Agar paylater tak jadi buah simalakama!

1. Anda bisa jadi lebih konsumtif
Ungkapan buy now pay later atau beli sekarang dan bayar nanti tentu tak asing lagi bagi pengguna paylater. Soalnya meski sedang tak ada uang di tabungan namun Anda tetap bisa membeli barang yang Anda inginkan tanpa harus membayar di saat transaksi itu terjadi. Dengan kemudahan yang ditawarkan itu, secara tak langsung dapat memicu Anda menjadi lebih konsumtif.

2. Menambah utang
Anda juga berpotensi menambah utang saat menggunakan paylater. Fitur paylater membuat Anda tak berpikir panjang saat membeli sesuatu. Anda baru tersadar ketika tagihan paylater membengkak di akhir bulan.

3. Keuangan terganggu
Konsep paylater bisa dibilang serupa dengan kartu kredit. Jadi pada jangka waktu yang sudah ditetapkan, Anda akan menerima sejumlah tagihan bersama bunga yang harus dibayarkan. Nah, jika pemanfaatan paylater tidak diatur dan dikontrol sedari awal, keuangan Anda pun berpotensi terganggu karena setiap bulan Anda memiliki kewajiban tambahan untuk membayar tagihan paylater. Kesulitan bakal bertambah saat dana yang harusnya digunakan untuk membayar tagihan paylater ternyata harus digunakan untuk keperluan tak terduga. Anda harus siap-siap terkena denda.

4. Pengaruh ke reputasi kredit
Riwayat pembayaran paylater ternyata juga berpengaruh pada reputasi kredit Anda. Jika terjadi tunggakan pembayaran di paylater, itu juga akan menyebabkan catatan reputasi kredit Anda menjadi buruk. Hal tersebut akan menyebabkan pengajuan kredit lainnya berisiko ditolak.

5. Potensi diretas
Transaksi digital tak luput dari ancaman peretasan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Saat melakukan pendaftaran paylater biasanya Anda akan diminta untuk melengkapi sejumlah data-data pribadi seperti no telepon dan no ktp. Jika tak hati-hati saat membagikan data pribadi, informasi tersebut dapat digunakan untuk hal-hal merugikan seperti penipuan dan modus-modus kriminal lain. (f) 


Baca Juga: 
Tren Kopi Terus Tumbuh, Perhatikan 4 Hal Ini Saat Memulai Bisnis Kedai Kopi Kekinian
Mau Mulai Investasi, Bagaimana Langkah Pertamanya?
Marak Pinjaman Online Ilegal, Bagaimana Cara Menghindari Jeratannya?


 


Topic

#paylater, #konsumtif, #finansial, #digitalpayment, #pembayarandigital

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?