
Dok. Rawpixel
Menurut temuan Accenture (Agustus, 2020), ada beberapa perubahan perilaku konsumen yang perlu diketahui oleh para pelaku usaha. Yaitu, sekitar 56% konsumen berorientasi pada produk lokal, 61% konsumen membeli produk yang ramah lingkungan, dan 72% konsumen berusaha mengurangi konsumsi yang menyebabkan limbah makanan, sehingga membuat mereka lebih sadar dalam membeli suatu hal.
Sekitar 84% konsumen mengaku akan melanjutkan gaya hidup seperti itu dalam jangka waktu yang panjang. Ini pun turut mendorong pertumbuhan usaha lokal yang otentik maupun artisan.
Artisan, atau yang diambil dari kata artisanal, dimaknai sebagai produk berkualitas tinggi atau khas yang dibuat dalam jumlah kecil, biasanya dibuat tangan atau menggunakan metode tradisional. Karena karakteristiknya yang unik, membuat produk-produk artisan memiliki pasar yang sangat niche.
Kendati memiliki pasar yang sangat segmented, bukan berarti posisi pelaku usaha artisan lebih rugi dibandingan UKM pada umumnya.
“Memang, usaha artisan itu resources-resources-nya sangat terbatas. Namun, ini justru membuat nilai dari produknya menjadi naik. Dengan begitu, kita bisa memutarkan uang lebih bijak dan fleksibel dibandingkan bisnis-bisnis yang marginnya sedikit tapi besar di volume, pasti sangat melelahkan,” ujar Arto Biantoro, Pakar Branding dan CEO Gambaranbrand dalam webinar Bincang UKM Femina dan Facebook #SheMeansBusiness bertajuk Proses Kreatif di Balik Produk Artisan Lokal pada Selasa, 19 Januari 2021 lalu.
Di acara yang juga dihadiri oleh Melie Indarto, Co-founder dan Director KaIND dan Ayu Linggih, Founder Rosalie Cheese, Arto menyampaikan bahwa UKM artisan punya kepekaan untuk bisa mendeteksi apa yang ada di sekitar mereka, dan itu sangat berharga bagi seorang wirausaha.
Dok. Webinar Femina x Facebook #SheMeansBusiness
Arto juga menggaris bawahi bahwa para UKM artisan memiliki keunggulan tersendiri, yaitu sangat peka, sensitif, detail oriented, dan menjaga kualitas produk. Namun untuk memulai usaha artisan ini, tak bisa sembarangan. Disarankan oleh Arto, jika ingin memulai bisnis artisan, dapat diawali dengan melihat masalah yang ada di sekitar kita. Dan terkadang, solusinya juga ada di sekitar kita.
“Rumus yang paling utama yang bisa dipakai untuk latihan oleh para pelaku usaha artisan adalah melihat masalah-masalah apa yang ada di sekitar kita. Terlebih lagi setelah pandemi, banyak sekali kebiasaan-kebiasaan baru yang perlu kita analisa, yang sebetulnya itu adalah momentum dan peluang untuk kita mengembangkan usaha, sekaligus menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Maka dari itu, menurutnya, penting untuk para pelaku usaha untuk bisa beradaptasi. Karena dari perubahan perilaku konsumen ini, mereka akan menemukan banyak sekali peran-peran brand untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekitar, lewat produk-produknya.
Di sisi lain, hal yang banyak terlewatkan oleh UKM artisan adalah dengan terlalu sibuk di ‘dapur’ untuk mengembangkan produk mereka. Maklum saja, bagi UKM artisan, kualitas produk adalah harga mati. Namun menurut Arto, hal ini perlu ditelaah lebih jauh, pasalnya di era sekarang ini tren berubah sangat cepat. Jangan sampai para pelaku usaha, karena terlalu sibuk dengan pengembangan produk, jadi tak peka pada kebutuhan yang ada di masyarakat.
“Jangan hanya sibuk di ‘dapur’ mengembangkan produk, tapi juga melihat ke luar untuk tahu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada. Maka dari itu penting dalam organisasi menentukan siapa yang ada di depan dan siapa yang ada di belakang layar,” tambahnya lagi.
Untuk diketahui, Proses Kreatif di Balik Produk Artisan Lokal adalah webinar kolaborasi antara Facebook #SheMeansBusiness dan Wanita Wirausaha Femina. Sejak tahun 2019, Wanita Wirausaha Femina telah bekerjasama dengan Facebook #SheMeansBusiness menggelar workshop untuk UMKM wanita di kota-kota di Indonesia. Tahun ini, mengikuti kondisi masyarakat, workshop offline tersebut berpindah platform, dilaksanakan di ruang digital lewat Facebook Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina.
Diharapkan melalui berbagai talkshow virtual yang diadakan dengan menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif ini, dapat memberikan pengetahuan, jaringan, keterampilan serta teknologi yang dibutuhkan para wanita wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.
Dan Anda pun bisa mendapatkan keistimewaan untuk bergabung di Facebook Group Wanwir Mahir Digital, dimana menjadi wadah bagi wanita wirausaha untuk berjejaring dan mendapatkan ilmu-ilmu digital marketing baru guna mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Ayo segera gabung di FB Group Wanwir Mahir Digital, caranya:
1. Klik link https://www.facebook.com/groups/wanwirmahirdigital/
2. Klik permintaan JOIN GROUP
3. Lalu ISI DATA USAHA yang diminta (wajib diisi)
4. Klik Setuju (Agree) rules admin
5. Tunggu approval dari Admin Femina
BACA JUGA :
Memetakan Peluang Ekspor Produk Kuliner dan Mode
Cara Membuat Desain Produk Berkualitas untuk Pasar Internasional
Lindungi Merek dan Produk UKM dengan HAKI
Topic
#UKM, #artisan, #facebook, #wanitawirausaha


